Suara.com - Selain menggunakan pil KB, cara lain untuk menunda kehamilan adalah dengan menggunakan kondom saat berhubungan intim.
Namun, alat pengaman ini pun sebenarnya tidak menjamin 100% akan aman. Masih ada kemungkinan sekian persen wanita dapat hamil.
Inilah yang terjadi pada pasangan asal Haining, China. Sang suami telah menggunakan dua kondom merek Durex selama berhubungan intim dengan sang istri dan kedua kondom itu ternyata rusak.
Namun, mereka baru tahu masalah tersebut setelah selesai bercinta. Akhirnya ia pun membeli pil KB untuk mencegah kehamilan.
Keesokannya, ia dan sang istri kembali berhubungan intim dan menggunakan kondom lain. Tetapi sekali lagi, dia menemukan adanya lubang di kondom.
Hingga akhirnya waktu kemudian diketahui sang istri hamil lagi, lapor World of Buzz.
Lelaki bermarga Wang tersebut mengaku sudah memiliki dua orang anak dan tidak ingin menambah lagi. Oleh karenanya, setiap kali bercinta, ia akan menggunakan kondom untuk meminimalkan risiko.
Selain itu, ternyata tubuh sang istri juga mengalami beberapa komplikasi sehingga harus mengaborsi buah hati ketiganya karena tidak dapat mempertahankan kehamilan lagi.
Wang pun marah kepada pihak apotek, mengatakan mereka telah menjual kondom palsu. Namun, apotek membatahnya dengan mengatakan kondom itu asli.
Baca Juga: Kondom Bekas Pakai Berserakan di Jalan Kota Madiun, Warga Mengaku Risih
Akirnya, Wang pun mengambil tindakan hukum terhadap Durex untuk meminta kompensasi karena produk mereka rusak.
Pihak Durex pun setuju untuk membayar kondom dan kontrasepsi yang dibeli Wang tetapi mereka menekankan bahwa produk mereka tidak memiliki masalah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh