Suara.com - Untuk melengkapi fasilitas kesehatan, RSUP Dr Sardjito mendapat bantuan berupa ambulans sepeda motor. Transportasi baru ini akan digunakan untuk menolong pasien stroke.
"Sebagai pusat rujukan tertinggi di DIY dan sekitarnya, RSUP Dr Sardjito mendapat bantuan ambulans sepeda motor, terutama untuk kegawatan stroke," tutur Direktur Umum dan Operasional RSUP Dr Sardjito Rini Sunaring Putri, ditemui di RSUP Dr Sardjito, Jumat (24/1/2020).
Selama ini, RSUP Dr Sardjito memang belum mempunyai alat operasional satu ini.
Menurut Rini, ambulans sepeda motor ini sangat berguna, dan keguaannya sangat sesuai di wilayah geografis seperti Indonesia, terutama di Yogyakarta ini.
"Jogja begitu padat penduduk, padat rumah, penduduk, dan lalu lintasnya. Sepeda motor ini dapat menyalip di antara crowded-nya lalu lintas Jogja. Untuk itu, ambulans [sepeda] motor akan berangkat duluan menolong kegawatan di rumah penduduk yang memanggil," sambungnya.
Rini mengatakan, saat ini sudah ada target pasien yang akan ditolong menggunakan ambulans sepeda motor, yaitu mereka yang memiliki rumah di gang sempit.
Penggunaan ambulans sepeda motor ini memungkinkan staf medis menolong pasien stroke dalam masa golden period yang kurang dari satu jam.
"Bayangkan kalau kita tidak bisa menjangkau di bawah satu jam, maka pasien akan selamanya mengalami stroke yang cacat dan susah disembuhkan 100 persen," jelasnya lagi pada Suara.com.
Inilah, menurut Rini, fungsi dari ambulans sepeda motor yang sangat penting karena dapat menjangkau tempat pasien secara cepat.
Baca Juga: 5 Best Otomotif Akhir Pekan: Ambulans Super Mewah, Motor Siap Tayang
"Mudah-mudahan kita bisa menyelesaikan kasus-kasus kegawatan stroke dengan cepat dengan bantuan ini," lanjut Rini.
Saat ini, sepeda motor ambulans diperuntukkan hanya bagi pasien stroke. Sebab, stroke memiliki golden period atau waktu emas penanganan stroke dalam 4,5 jam pertama setelah serangan, yang harus dikejar, agar pasien dapat segera disembuhkan.
Berita Terkait
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
HUT ke-37 Yastroki: Stroke Bukan Takdir, Tapi Bencana yang Bisa Dicegah dari Rumah
-
Lalai Tangani Penumpang Strok, Maskapai JetBlue Digugat hingga Rp785 Juta
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi