Suara.com - Aktor senior Johny Indo meninggal dunia pada Minggu (26/1/2020) pagi tadi sekitar pukul 07.45 WIB. Johny Indo meninggal dunia di umur 72 tahun akibat sakit karena sudah tua.
"Telah meninggal dunia, Nama: Yohanes Hibertus Eijkenbum atau Jon Indo (H. Umar Billah). Umur 72 tahun pukul 07.45 WIB," demikian bunyi pesan berantai yang beredar di kalangan wartawan hiburan.
Jenazah Johny Indo pun disemayamkan di gereja tempatnya meninggalnya, Gereja GPdI Immanuel Pdt. Stela Tiah, Tangerang. Lalu jenazah akan dimakamkan di TPU Selapajang Jaya.
Menurut cucunya, Santa, kondisi Robin Hood Indonesia itu memang sudah memprihatinkan sebelum meninggal dunia.
"Dia udah pikun, jalan juga susah, tadi pagi sempat bangun napasnya udah engap-engapan, mau diurut takutnya masuk angin atau apa, lagi mau dilapin (badannya), tiba-tiba ngap-ngapan terus berhenti (napas), pada panik semuanya," ujar Santa saat dihubungi Suara.com, Minggu (26/1/2020).
Santa mengaku tak tahu kakeknya memiliki riwayat penyakit jantung atau tidak. Tetapi, Santa mengetahui kalau kakeknya pernah mengalami hernia.
"Nggak tahu (ada sakit Jantung atau nggak), setahu saya sakit cuma hernia, tapi sempat jatuh. Habis operasi hernia kurang lebih sebulan (lalu) karena pada kerja," jelasnya.
Dilansir oleh Familydoctor.org, hernia adalah robekan pada otot atau jaringan yang memungkinkan bagian dalam tubuh tertentu menonjol, seperti organ internal atau usus.
Hernia biasanya terjadi di pangkal paha. Sebagian besar, hernia inguinalis sering terjadi pada pria. Lalu hernia femoralis jauh lebih jarang dan sebagian besar ditemukan pada wanita.
Baca Juga: Inilah 5 Makanan Penyebab Penyumbatan Usus Besar, Batasi Mulai Sekarang!
Perut adalah salah satu area yang sering mengalami hernia. Jika hernia terjadi di garis tengah perut disebut hernia ventral. Jika hernia terjadi di lokasi bekas luka bedah sebelumnya disebut hernia insisional.
Sedangkan, hernia umbilikalis berhubungan dengan pusar dan lebih sering ditemukan pada bayi. Pada hernia hiatal, bagian perut bagian atas datang melalui lubang di diafragma atau dinding dada.
Hernia bisa menyebabkan asam bocor dari perut ke kerongkongan. Efek hernia hiatal termasuk mulas, gangguan pencernaan dan asam lambung.
Berbagai jenis hernia dapat memiliki penyebab berbeda. Secara umum, hernia dimulai dengan tekanan pada organ atau usus. Hernia terbentuk ketika tekanan ini terjadi di area yang sama dengan otot atau jaringan yang melemah.
Beberapa kegiatan juga bisa memperburuk atau menyebabkan hernia, antara lain:
- Mengangkat benda berat
- Terlalu sering menggunakan otot yang sama
- Gerakan tegang, seperti batuk, bersin, diare atau sembelit
- Kelebihan berat badan atau kurang gizi
- Menghirup atau menggunakan tembakau
Namun, kebanyakan orang terkena hernia seiring bertambahnya usia, ototnya akan melemah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat