Suara.com - Putra pertama pedangdut Selvi Kitty, Abizard Kavin Suseno, dikebarkan tengah menderita demam kawasaki. Kepada Feni Rose dalam acara talkshow yang ditayangkan pada Jumat (31/1/2020) lalu, Selvi menceritakan kondisi buah hatinya itu.
"Iya kena demam kawasaki namanya. Bingung, pertama baru tahu penyakit kawasaki. Ternyata virus baru dan menyerang anak laki-laki di bawah lima tahun. Dokter juga belum tahu (penyebabnya)," ujar Selvi Kitty.
Selvi mengatakan, gejala yang dialami sang anak termasuk mata merah, lidah merah, bibir merah, demam lima hari berturut-turut hingga mencapai 40 derajat Celcius.
"(Terus) Lemes, nggak bisa makan, karena kayak sariawan gitu tapi bukan sariawan. Emang tandanya kayak gitu. Jadi demam kawasaki itu kata dokter bisa ke jantung juga," lanjutnya.
Untuk menanganinya, Selvi pun membawa sang anak ke rumah sakit yang mana memiliki satu-satunya dokter penyakit kawasaki di Indonesia.
"Dan cuma satu-satunya dokter Kawasaki di Indonesia cuma dia. Makanya, Abizard dirawat satu lantai sama anak-anak yang demam kawasaki," tambahnya.
Penyakit kawasaki, atau mucocutaneous lymph node syndrome merupakan penyakit langka yang menyerang pembuluh darah, sehingga menyebabkan peradangan di pembuluh arteri, vena dan kapiler.
Dilansir Hello Sehat, penyakit langka ini juga memengaruhi kelenjar getah bening serta fungsi jantung. Itulah mengapa penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama tingginya kasus penyakit jantung pada anak-anak.
Seperti yang terjadi pada buah hati Selvi, kemunculan penyakit kawasaki memang ditandai dengan demam tinggi, adanya ruam dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh.
Baca Juga: Kasihan, Bayi Selvi Kitty Diisolasi Karena Idap Penyakit Langka
Jika ditangani sesegera mungkin, risiko menderita penyakit jantung dapat menurun dan gejala yang dialami pun dapat ditangani dengan baik. Penyakit ini tergolong langka dan serius karena dapat berakibat fatal jika tidak langsung ditangani.
Umumnya, pasien yang terkena penyakit ini adalah anak usia di bawah 10 tahun. Sekitar 85% hingga 90% kasus terjadi pada balita dan 90% hingga 95% pada anak di bawah 10 tahun.
Sebenarnya, virus ini juga dapat menyerang perempuan. Namun memang pasien yang terdiagnosis lebih banyak adalah laki-laki. Angka komplikasi dan kematian pun lebih banyak ditemukan pada pasien laki-laki daripada perempuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak