Suara.com - Jika Anda ingin hidup lebih lama dan sehat, coba hilangkan lima kebiasaan buruk ini, yaitu merokok, tidak berolahraga, kelebihan berat badan, minum terlalu banyak alkohol, dan makan makanan tidak sehat.
Itu adalah kesimpulan dari sebuah studi pada Januari 2020 lalu yang menganalisis dampak dari perilaku buruk di atas terhadap peluang hidup yang lebih lama dan terbebas dari diabetes, penyakit kardiovaskular, kanker dan penyakit kronis lainnya.
"Kami menemukan bahwa mengikuti gaya hidup sehat secara substansial dapat memperpanjang kehidupan seseorang yang bebas dari penyakit," kata penulis senior Dr. Frank Hu, yang mengepalai departemen gizi di Sekolah Kesehatan Publik Harvard TH Chan.
"Secara khusus, wanita yang mempraktikkan semua lima kebiasaan (di atas) mendapat 10 tahun kehidupan bebas penyakit, dan pria mendapatkan hampir 8 tahun," tambahnya kepada CNN.
Penelitian ini merupakan perpanjangan dari penelitian yang diterbitkan tahun lalu, diikuti lebih dari 38.000 pria selama 28 tahun dan 73.000 wanita selama 34 tahun.
Studi yang diterbitkan di jurnal BMJ dirancang untuk melihat bagaimana lima perilaku sehat menyatu untuk memengaruhi risiko penyakit.
Lebih detilnya, lima perilaku sehat tersebut adalah tidak pernah merokok, menjaga BMI sehat di bawah 25, melakukan setidaknya 30 menit aktivitas fisik setiap hari, minum alkohol secukupnya, dan mengonsumsi makanan berkualitas.
Hasilnya tetap berlaku bahkan setelah menyesuaikan data untuk usia, etnis, riwayat kesehatan keluarga dan faktor-faktor yang berpengaruh lainnya,
"Ini adalah pesan kesehatan yang positif karena itu berarti kebiasaan gaya hidup sehat tidak hanya memperpanjang usia, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi penderitaan yang berkaitan dengan penyakit kronis," kata Hu.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Buruk Ini Membuat Virus Mudah Menyebar, Hentikan Sekarang juga!
Berita Terkait
-
Debu di Sudut Rumah hingga Kasur Bisa Picu Alergi, Kebiasaan Bersih Harian Makin Penting
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien