Suara.com - Hingga kini belum ada vaksin untuk virus corona Wuhan. Oleh karena itu, pakar kesehatan mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga diri sendiri agar tidak tertular virus.
Tapi sayangnya, ada beberapa orang yang masih bertindak 'nakal' dengan sengaja agar orang lain juga terinfeksi virus penyebab penyakit pernapasan ini.
Jadi, lebih baik hentikan kebiasaan buruk yang dapat menyebarkan virus seperti yang dilansir South China Morning Post ini untuk menghentikan penyebaran penyakit.
1. Tidak mencuci tangan. Sebenarnya ini adalah hal yang penting, terutama mencuci tangan dengan sabun setidaknya selama 20 detik.
2. Tidak menutup hidung saat batuk atau bersin, atau menutupi namun tidka mencuci tangan.
3. Mengupil atau memencet jerawat di depan umum. Sejumlah besar kuman hidup di dalam dan di tubuh manusia, dan mereka mudah menyebar. Menyentuh sekresi tubuh dan kemudian mengoleskan jari pada permukaan umum akan membuat kuman menyebar.
4. Tidak membuang tisu bekas. Beberapa orang masih meninggalkan tisu bekas di tempat umum yang terbuka. Hal ini tentu dapat masih dapat menyebarkan virus.
5. Meludah di tempat umum. Lebih baik lakukan ini saat berada di kamar mandi agar langsung dapat disiram.
6. Membiarkan hewan peliharaan menyentuh, duduk, atau menjilat permukaan yang disiapkan untuk makan.
Baca Juga: Indonesia Tak Bisa Deteksi Virus Corona? Ini Penjelasan Menko PMK
7. Tidak membersihkan ponsel setiap hari. Pikirkan tangan Anda yang sudah memegang berbagai macam benda yang tidak tahu bagaimana kebersihan benda tersebut. Jadi, bersihkan ponsel setiap hari untuk mengurangi kotoran di permukaannya.
Berita Terkait
-
Sekolah Berperan Cegah Penyebaran Penyakit pada Siswa, Ini Penjelasan Dokter
-
Kisah Pelajar Alami Masalah Pernapasan Karena Paparan Asap Rokok Dari Orang Terdekat
-
Punya Masalah Pernapasan, Ini 5 Posisi Seks Paling Mantap Agar Tak Mudah Sesak
-
Gejala Awal Gagal Jantung Bisa Sangat 'Halus', Termasuk Muntah Serta Mual
-
Akibat Sering Dipaksa Menikah oleh Orangtua, Gadis 27 Tahun Ini Alami Kecemasan Parah
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker