Suara.com - Sebuah studi menemukan orang dewasa yang suka bohong, berperilaku kasar atau mencuri biasanya memiliki ukuran otak yang lebih kecil.
Hasil pemindaian menunjukkan bahwa mereka memiliki lapisan luar yang lebih tipis dan area permukaan lebih kecil di daerah yang terkait dengan perilaku buruknya.
Tetapi, pengurangan otak atau otak ukuran kecil ini hanya terjadi pada mereka yang memiliki sifat buruk itu sampai tumbuh dewasa.
Dr. Christina Carlisi dari University College London mengatakan perilaku anti-sosial mungkin menyebabkan perbedaan struktur otak. Sehingga mereka sulit untuk mengembangkan keterampilan sosial.
"Orang-orang seperti ini dapat memeroleh manfaat dari banyaknya dukungan di kehidupan mereka. Orang-orang inilah yang harusnya mampu melakukan reformasi dan menjadi anggota masyarakat yang berharga," jelasnya dikutip dari The Sun.
Penelitian mengenai ukuran otak orang dengan sifat buruk ini menggunakan scan MRI dari 672 orang berusia 45 tahun dan ditambah data informasi peserta dari usia 7 tahun hingga 26 tahun.
Hasilnya, sebanyak 80 persen memiliki masalah seumur hidupnya hingga dewasa dan 151 hanya memiliki masalah ketika remaja saja.
Kelompok pertama juga memiliki ukuran otak yang lebih kecil, tetapi belum diketahui penyebabnya, baik dari penyalahgunaan zat terlarang, IQ rendah atau masalah kesehatan mental.
Intinya, orang yang memiliki perilaku sosial buruk, seperti mencuri, berbohong dan lainnya memiliki ukuran otak lebih kecil daripada yang tidak.
Baca Juga: Hits: Obat Corona Covid-19 Siap Beredar di China, Risiko Olahraga Malam
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern