Suara.com - Para pakar kesehatan tengah memperingatkan rumor bahwa konsumsi obat anti radang ibuprofen justru dapat memperburuk infeksi virus corona baru atau Covid-19.
Dilansir dari The Sun, menteri kesehatan Prancis Olivier Veran, telah memperingatkan hal tersebut dalam cuitan Twitter, Sabtu (14/03/2020)
"Menggunakan anti-inflamasi (ibuprofen, cortisone) bisa menjadi faktor dalam memperburuk infeksi. Dalam kasus demam, minum parasetamol. Jika Anda sudah minum obat anti-inflamasi, mintalah saran dokter Anda."
Pasien tidak diperbolehkan menggunakan ibuprofen jika mereka terjangkit virus corona, sebab berisiko mengurangi respons sistem kekebalan tubuh.
Sebagai gantinya, mereka merekomendasikan parasetamol karena "itu akan mengurangi demam tanpa menyerang balik peradangan".
Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin, naproxen dan ibuprofen, telah diketahui berpotensi menekan sistem kekebalan tubuh seseorang, menurut sebuah studi tahun 2015.
Studi tersebut pun menambahkan bahwa NSAID telah terbukti mengganggu fungsi kekebalan antivirus yang memengaruhi durasi pelepasan virus.
Meskipun penyakit tertentu, seperti pilek, kemungkinan tidak akan menimbulkan ancaman bagi kesehatan seseorang jika sistem kekebalan tubuh mereka terganggu.
Mereka yang menderita corona Covid-19 tidak dapat mengambil risiko itu dan perlu menjadi sesehat mungkin sehingga tubuh mereka dapat secara efektif melawan penyakit itu, ujar dokter penyakit menular Amir Khan, memberi tahu Al Jazeera.
Baca Juga: Satu Lagi Warga Solo Positif Virus Corona, Masih Keluarga Pasien Sebelumnya
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI