Suara.com - Minum Darah Kobra Demi Ereksi Maksimal? Risikonya Infeksi Penyakit!
Kemampuan ereksi lelaki merupakan faktor penting demi menggapai kenikmatan bercinta. Nah, demi memiliki kemampuan ereksi maksimal, tak jarang lelaki menggunakan obat hingga ramuan yang belum teruji dampaknya, termasuk minum darah kobra.
Lalu, apakah benar minum darah kobra bisa membuat ereksi maksimal? Dilansir KlinikLelaki.com, anggapan ini salah dan justru bisa memberikan dampak bahaya. Waduh!
Darah ular kobra sudah lama digandrungi oleh banyak lelaki. Namun, penelitian tentang khasiat dan nutrisi yang dimiliki oleh ular kobra bila dikonsumsi, sampai saat ini belum terbukti kebenarannya.
Bahkan bukannya ereksi maksimal sesudah minum darah kobra malah penyakit lain yang menghampiri Anda. Berikut ini bakteri yang terdapat pada darah kobra:
1. Esherichia Coli
Bakteri ini sering di sebut e-coli. Bakteri ini bisa menyebabkan penyakit diare, nyeri perut, mual dan muntah.
Penyakit ini dapat menyebar melalui berbagai cara, salah satunya adalah darah ular kobra yang tidak higienis. Untuk itulah, Anda harus berhati-hati jika hendak mengonsumsinya.
2. Shigella, yersinia, campylobacter
Baca Juga: Pria Ereksi 18 Jam Nonstop, Diagnosa Dokter Malah Bikin Syok
Bakteri jenis ini dapat menyebabkan nyeri perut, mual, muntah, yang disertai demam. Jenis bakteri ini masuk dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang kurang higienis.
Ketika Anda mengkonsumsi darah ular kobra penting untuk berhati-hati. Sebab darah ular ini belum tentu higienis. Selain itu, darah ular ini bisa jadi terkontaminasi dengan berbagai bakteri lainnya yang membahayakan tubuh Anda.
3. Salmonella
Salmonella merupakan adalah bakteri yang berbahaya bagi pencernaan. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit seperti tifoid, paratifoid dan infeksi berat pada sistem saluran pencernaan.
Penyakit ini dapat menyebabkan muntah, demam, dan diare. Bakteri ini ditemukan dari daging mentah dan juga darah. Untuk itulah, ketika mengonsumsi darah daging ular harus berhati-hati.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?