Sementara klorokuin masih dikampanyekan besar-besaran, para dokter masih berharap bahwa satu atau lebih dari terapi lain yang diuji akan mulai menunjukkan keberhasilan.
Mengalihbahasakan dari Reuters, beberapa pusat kesehatan tertarik untuk melihat apakah plasma darah dari pasien Covid-19 yang pulih akan memacu kekebalan pada orang lain. McQuillen dari Rumah Sakit Lahey mengatakan bahwa pendekatan tersebut memiliki peluang bagus untuk berhasil.
Beberapa pusat medis lain berfokus pada potensi obat-obatan biologis yang lebih maju untuk memadamkan proses yang membuat sistem kekebalan tubuh menjadi overdrive dalam kasus Covid-19 yang parah.
Sementara itu, Regeneron Pharmaceuticals dan Sanofi SA sedang menguji obat radang sendi Kevzara atau sarilumab.
"Di situlah Anda akan melihat uji coba paling banyak dalam satu atau dua bulan mendatang," kata Dr Kevin Tracey, CEO yang menangani penelitian Northwell Health.
"Sebab, ada banyak obat yang malah menargetkan reaksi tubuh, bukan virus itu sendiri," tambahnya pada Reuters.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia