Suara.com - Menurut Badan Kesehatan Dunia, WHO, ibu hamil dinilai masuk kelompok yang lebih rentan terpapar SARS Coronavirus Tipe 2 penyebab sakit Covid-19.
Itu terjadi karena ibu hamil tengah mengalami perubahan tubuh dan sistem imunitas yang pada akhirnya, berpengaruh cukup signifikan terhadap tingginya risiko beberapa penyakit infeksi saluran pernafasan.
Mengingat pentingnya proteksi dan langkah preventif ekstra demi melindungi ibu hamil dari Covid-19, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menambahkan kanal layanan konsultasi khusus kehamilan dan kesehatan reproduksi lewat layanan chat with doctor di platform kesehatan Halodoc.
Melalui kolaborasi ini, Halodoc dan POGI berkomitmen untuk melindungi masyarakat terutama ibu hamil, agar meminimalisir kunjungan ke fasilitas kesehatan selama masa pandemi Covid-19.
"Di kanal telekonsultasi khusus ini, pengguna bisa berkonsultasi dengan para dokter yang tergabung dalam POGI, yang memiliki panduan telekonsultasi klinis khusus dan menjalankan konsultasi sesuai pedoman rekomendasi penanganan Covid-19 pada maternal (hamil, bersalin, dan nifas) dari WHO, Kementerian Kesehatan, dan POGI," kata Sekretaris Jenderal Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. OG (K), MPH melalui siaran tertulis yang diterima Suara.com.
Selain konsultasi soal kondisi kesehatan kandungan (obstetri), masyarakat juga bisa berkonsultasi seputar kesehatan reproduksi (ginekologi), seperti siklus menstruasi dan menopause, perencanaan program keluarga berencana, keluhan tumor jinak pada sistem organ reproduksi wanita (kista ovarium hingga kanker), infeksi menular seksual, hingga disfungsi seksual.
Sebelumnya, bidang obstetri dan ginekologi sudah tersedia di layanan chat with doctor Halodoc.
Melalui penambahan kanal khusus POGI ini diharapkan masyarakat semakin mudah untuk berkonsultasi keluhan di bidang terkait, utamanya yang berhubungan langsung dengan penanganan di masa penanggulangan Covid-19.
"Di tengah kondisi saat ini, kami melihat semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan telekonsultasi Halodoc, terutama karena memungkinkan mereka untuk menerapkan physical distancing. Dengan mengurangi kegiatan di luar rumah, teknologi menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan akan layanan kesehatan," tambah Co-Founder Halodoc, Doddy Lukito.
Baca Juga: 194 Orang di Banten Terinfeksi Virus Corona, 18 Meninggal
Upaya meminimalisasi kunjungan masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan menjadi wujud nyata komitmen Halodoc dan POGI dalam mendukung gerakan pembatasan sosial berskala besar dari pemerintah. "Kami membuka kesempatan luas bagi dokter-dokter POGI untuk bisa bergabung dalam ekosistem kami, sehingga kita semua bisa bergandengan tangan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia," tutup Doddy
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan