Suara.com - Waspada, Inkubasi Corona Covid-19 di Indonesia 5 - 6 Hari.
Jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah hingga hari ini, Jumat (10/4/2020).
Juru Bicara pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto menyebut ada 219 kasus baru di Indonesia.
Penambahan kasus ini, lanjut dia, umumnya terjadi pada 5 sampai 6 hari usai orang tersebut kontak dengan pasien positif Covid-19. Sehingga tidak lagi harus menunggu sampai 14 hari masa inkubasi virus di tubuh.
"Ada tambahan 219 kasus baru, diperkirakan diinfeksinya 5 sampai 6 hari lalu, sehingga totalnya ada 3.512 kasus," ujar Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (10/4/2020).
Dirjen P2P Kemenkes itu membenarkan jika rata-rata inkubasi virus itu terjadi di Indonesia. Sehingga data yang diumumkan setiap harinya, merupakan cerminan data penularan yang terjadi di 5 dan 6 hari lalu.
"Artinya kasus yang kita dapatkan hari ini, sebenarnya adalah kasus yang terinfeksi pada 5 sampai 6 hari lalu. Oleh karena itu gambaran kasus hari demi hari merepresentasikan apa yang terjadi di 5 sampai 6 hari lalu," kata dia.
Jika biasanya data menunjukkan mayoritas kasus baru terjadi di DKI Jakarta, 219 kasus baru kali ini tersebar luas hampir ke seluruh Indonesia. Sebanyak 47 kasus ada di DKI, 33 kasus di Jawa Timur, 29 kasus di Sulawesi Selatan, 25 kasus di Banten, 13 Kasus di Sumatera Barat, dan 12 kasus di Jawa Barat maupun Bali.
Yurianto juga mengumumkan penambahan kasus sembuh menjadi 30 orang, sehingga total yang sembuh ada sebanyak 282 orang. Sedangkan yang meninggal bertambah 26 orang, sehingga total korban jiwa ada sebanyak 306 orang.
Baca Juga: Ingin Olahraga Outdoor saat Pandemi Corona? Perketat Physical Distancing!
"Mari bersama-sama sadari betul, bahwa proses penularan yang terjadi harus kita hentikan harus kita akhiri dengan menjaga jarak gunakan masker, tidak perlu keluar rumah jika tidak mendesak," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?