Suara.com - Ginjal merupakan salah satu bagian tubuh penting, karena bertugas membuang limbah dan racun. Sehingga kerusakan pada ginjal akan menyebabkan banyak masalah kesehatan.
Fungsi utama ginjal dilansir dari Foodeatsafe.com adalah membuang limbah dan racun dari darah. Ginjal akan membersihkan sekitar 200 liter sehari dan menghilangkan sekitar 2 liter melalui buang air kecil.
Ginjal juga membantu mengantur tekanan darah, meningkatkan produksi sel darah merah dan mensintesis vitamin D.
Ginjal perlu membersihkan ginjal dan racun dalam tubuh untuk menjaganya tetap sehat dan berfungsi dengan baik. Adapun 4 obat herbal yang bisa membantu membersihkan ginjal, antara lain:
1. Akar seledri
Biji dan akar seledri adalah diuretik alami. Diuretik ini bisa membantu membersihkan ginjal dan menstimulasi ginjal karena mengandung kalium dan natrium.
Akar seledri bisa dikonsumsi karena sangat bergizi dan dimanfaatkan sebagai obat herbal. Adapun menfaat lainnya adalah mengurangi sendi kaku, kanker usus, memperlancar pencernaan dan menyeimbangkan kadar darah pada orang anemia.
2. Akar dandelion
Dandelion adalah tanaman yang memiliki khasiat dan manfaat kesehatan luar biasa. Akar dandelion adalah diuretik alami yang juga kaya anti-oksidan untuk mencegah kerusakan sel.
Baca Juga: Viral Cara Sterilkan Masker Bedah Bekas Pakai, Hanya Butuh Penanak Nasi!
Adapun manfaat lain akar dandelion adalah melawan peradangan, membantu mengontrol kadar gula darah, tekanan darah dan mengurangi kolesterol.
Anda bisa mengonsumsi akar dandelion dengan meminumnya sebagai tes atau sirup. Jika Anda memiliki alergi terhadap dandelion, maka tidak disarankan menggunakan tanaman ini, aster dan krisan sebagai pembersih ginjal alami.
3. Peterseli
Peterseli bukanlah hiasan biasa dalam makanan. Sayuran atau bunga ini bisa membantu menyegarkan napas dan berfungsi sebagai diuretik alami.
Peterseli juga kaya kandungan vitamin K, sehingga Anda tidak bisa mengonsumsinya ketika sedang minum obat pengencer darah. Olahlah peterseli sebagai minuman tes untuk membantu membersihkan ginjal secara alami, sama seperti dandelion.
4. Bearberry
Bearberry adalah buah yang bisa menenangkan saluran kemih dan membantu membersihkan ginjal secara alami. Buah ini sudah lama digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi infeksi.
Sebuah uji klinis di Inggris menunjukkan bahwa ibuprofen dan bearberry bisa membantu meringankan ISK ringan tanpa antibiotik. Anda bisa mengonsumsinya dalam bentuk kapsul atau minuman teh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?