Suara.com - Tak Mau Banyak Makan? Ini Cara Mudah Kontrol Dengan Pikiran.
Makanan menjadi salah satu faktor penentu berat badan. Karenanya, mengontrol jadwal dan jumlah makan jadi fokus utama saat melakukan diet.
Tapi, sebenarnya tubuh manusia secara alami memang memiliki kemampuan untuk mengontrol nafsu makan. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Vito Damay menjelaskan bahwa setiap otak manusia memiliki pusat kesenangan.
Bagian itu lah yang bertugas mengontrol rasa kenyang juga puas terhadap makanan. Namun, otak membutuhkan waktu untuk mengirim sinyal kenyang.
"Otak kita perlu waktu 20 menit untuk mengirim rasa kenyang, rasa enak. Kalau udah 20 menit tuh rasanya kaya udah lah, udah puas," tutur Vito saat siaran langsung diakun Instagram pribadinya, Rabu (15/4/2020).
Hal itu, yang menurut Vito terjadi ketika kita memesan makanan tambahan, namun terasa kenyang saat makanan itu datang. Oleh karenanya, proses saat makan harus dirasakan dengan benar agar sinyal yang disampaikan tepat waktu.
"Supaya kita enggak banyak makan itu makan di awal harus dirasain, lihat baik-baik. Jangan makan sambil nonton, nanti enggak berasa," ucapnya.
Hal ini yang menurut Praktisi Kesehatan dan Ahli Nutrisi Makrobiotik Shilpa Arora ND sebagai mindfull eating atau makan dengan penuh perhatian. Mindful Eating ini erat kaitannya dengan konsep Buddhis 'Mindfulness'.
Seperti dilansir dari NCTV Food, makan dengan penuh perhatian mirip dengan bentuk meditasi yang membantu seseorang mengenali sensasi fisik dan emosi mereka dan mengarahkan mereka untuk mencapai keseimbangan antara 'apa yang diinginkan tubuh' dan 'apa yang dibutuhkan tubuh'.
Baca Juga: Diana Rikasari Berinovasi Lewat Fashion di Tengah Pandemi, Kreatif Banget!
Cara lainnya yang bisa dilakukan untuk menekan nafsu makan, kata Vito, dengan minum air terlebih dahulu sebelum makan.
"Supaya lambung kita udah kenyang duluan pas kasih sinyal nanti," ucapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi