Suara.com - Selain persoalan mental, hal mengkhawatirkan dari berada di rumah dalam jangka panjang adalah naiknya berat badan. Oleh karenanya saat masa isolasi, Anda perlu menyiapkan makanan yang jika banyak dikonsumsi tidak akan membuat berat badan naik signifikan.
Mengalihbahasakan dari Insider, beberapa makanan rendah kalori tersebut adalah:
1. Kembang Kol
Meskipun warnanya pucat, kembang kol memiliki kandungan yang sama dengan sayuran hijau. Sayur yang satu ini mengandung antikoksidan dan phytochemical di mana keduanya bisa melawan penyakit kronis.
Selain itu, kembang kol adalah sumber folat, serat, vitamin C dan K, serta kandungan 25 kalori dalam satu porsi.
2. Jeruk
Banyak orang lebih mengenal jeruk dengan kandungan vitamin C. Padahal buah yang satu ini memiliki kandungan lain yang bermanfaat bagi tubuh.
Vitamin C pada jeruk memproduksi kolagen sehingga penting untuk menjaga kulit agar bebas dari kerusakan. Jeruk juga rendah kalori, sementara serabut putih dalam jeruk yang biasa dibersihkan atau empulur memiliki serat yang tinggi.
Empelur mampu membantu menurunkan kadar kolestetol dan gula darah.
Baca Juga: Cara Pelatih Timnas Indonesia U-16 Lindungi Pemainnya dari Virus Corona
3. Brokoli
Brokoli paling bergizi saat dimakan mentah atau dikukus. Sayuran super ini mengandung sulforaphane, yakni anticarcinogen yang berfungsi menghancurkan bahan kimia penyebab kanker.
Brokoli juga mengandung vitamin A, C, E, dan K. Sementara itu, satu porsi brokoli kukus mengandung sekitar 20% dari kebutuhan serat harian dengan jumlah kalori yang rendah.
4. Blewah
Buah blewah cocok untuk Anda makan saat karantina berlangsung. Kandungan beta karotennya baik untuk mata. Selain itu, blewah juga mengandung kalium, vitamin A dan C, dan 90 persen kandungan air.
Jangan khawatir, kandungan kalori blewah hanya 55 dalam satu porsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga