Suara.com - 5 Rempah-rempah Rumahan untuk Menurunkan Berat Badan
Masa isolasi mandiri selama wabah virus corona Covid-19 telah mengubah pola hidup dan pola makan masyarakat umum. Akibatnya, beberapa orang mungkin mengalami kenaikan berat badan selama masa isolasi.
Karena, situasi ini membuat orang lebih jarang bergerak, banyak duduk diam dan mengonsumsi makanan sesuai keinginannya. Sehingga asupan makan menjadi tidak terkontrol dan menyebabkan kenaikan berat badan.
Tapi dilansir oleh Healthline, Anda tak perlu khawatir. Anda bisa mencegah dan mengatasi kenaikan berat badan selama masa pandemi dengan mengonsumsi 5 rempah-rempah rumahan berikut ini.
1. Cabe rawit
Cabe rawit mengandung senyawa capsaicin yang memberi rasa panas dan manfaat kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan kandungan dalam cabe rawit dapat meningkatkan metabolisme dan jumlah kalori yang dibakar setiap harinya.
2. Jahe
Jahe adalah rempah yang sering digunakan sebagai obat alami. Bahan dapur ini juga bisa membantu menurunkan berat badan.
Studi menemukan jahe membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak sekaligus mengurangi penyerapan lemak dan nafsu makan.
Baca Juga: Viral Tangani Pasien Covid 19, 5 Potret Eks Artis Cilik Sarah Shahab
3. Kunyit
Kunyit memiliki banyak manfaat kesehatan yang berasal dari kandungan kurkumin, yakni bahan kimia yang juga bisa menurunkan berat badan.
Satu studi pada 44 orang dengan kelebihan berat badan menunjukkan bahwa konsumsi kurkumin dua kali sehari selama satu bulan efektif bissa mengurangi lemak perut dan meningkatkan penurunan berat badan hingga 5 persen.
4. Lada hitam
Lada hitam adalah rempah yang mengandung senyawa piperine kuat. Senyawa ini tidak hanya memberikan rasa pedas, tetapi juga efek penurunan berat badan.
Satu studi juga menunjukkan bahwa piperine dalam lada hitam efektif menghambat pembentukan sel lemak.
5. Kayu manis
Kayu manis adalah rempah aromatik yang kaya antioksidan dan menawarkan beberapa manfaat kesehatan. Sebuah studi menemukan kayu manis efektif menstabilkan gula darah dan membantu mengurangi nafsu makan.
Senyawa tertentu dalam kayu manis bisa meniru efek insulin, membantu transportasi gula dari aliran darah ke sel sebagai bahan bakar. Selain itu, kayu manis bisa menurunkan kadar enzim penceraan tertentu untuk memperlambat penguraian karbohidrat.
Berita Terkait
-
4 Serum Kandungan Kunyit Kaya Antioksidan, Rahasia Kulit Auto Cerah Merata
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Audy Item Bicara Obesitas: Pentingnya Dukungan Medis untuk Menurunkan Berat Badan
-
Rahasia Kunyit Asam Sebagai Ramuan Pelancar Haid
-
5 Manfaat Jahe untuk Kecantikan Kulit: Ampuh Atasi Jerawat hingga Bikin Awet Muda
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI