-
Serangan udara Israel menghantam permukiman padat di Maghazi dan Deir el-Balah, Gaza Tengah.
-
Militer Israel mengeluarkan empat perintah pengosongan paksa hanya dalam waktu dua jam.
-
Gempuran tetap terjadi meski ada kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.
Suara.com - Pasukan udara Israel meluncurkan gelombang serangan baru yang menghancurkan kawasan permukiman di wilayah tengah Jalur Gaza. Agresi mematikan ini terjadi seketika setelah militer mengeluarkan instruksi pengusiran paksa bagi penduduk setempat.
Sebuah rumah tinggal di wilayah Maghazi menjadi sasaran langsung dari bom yang dijatuhkan jet tempur. Ledakan tersebut memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga yang tengah bersiap mengungsi.
Di lokasi terpisah, pusat kota terbesar di Gaza Tengah yaitu Deir el-Balah juga tidak luput dari gempuran. Serangan udara yang menyasar gedung apartemen di sana menyebabkan dua orang warga sipil mengalami luka parah.
Eskalasi situasi di lapangan berjalan sangat cepat dan mencekam bagi jutaan pengungsi. Pihak militer Israel tercatat melayangkan sedikitnya empat kali perintah pengosongan paksa hanya dalam kurun waktu dua jam.
Tekanan psikologis dan fisik ini memaksa ribuan keluarga meninggalkan tempat bernaung tanpa arah tujuan yang aman. Ruang gerak masyarakat sipil di wilayah tengah kini semakin menyusut akibat kepungan mortir.
Rentetan serangan terbaru ini menjadi bukti nyata abainya Israel terhadap upaya perdamaian yang diupayakan dunia internasional.
Operasi militer terus berjalan tanpa henti di seluruh penjuru koridor Gaza.
Kondisi ini terjadi padahal kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas sudah ditandatangani pada Oktober lalu melalui mediasi Amerika Serikat. Namun, komitmen penghentian kekerasan tersebut justru berulang kali dilanggar di lapangan.
Sebagai latar belakang, wilayah tengah Gaza kini menjadi titik paling rentan karena menampung gelombang pengungsi dari wilayah utara dan selatan.
Baca Juga: Benjamin Netanyahu Ultimatum Iran: Berani Serang Kami, Balasan Akan Mengerikan!
Agresi yang terus berulang di Deir el-Balah dan Maghazi semakin memperburuk krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
7 Warna Cat Dinding Terbaik untuk Kamar Tidur Sesuai Prinsip Feng Shui
-
Jet Tempur Israel Jatuhkan Bom ke Gaza, 2 Warga Palestina Luka Parah
-
7 Cara Membedakan Parfum Asli dan Palsu, Jangan Tergiur Harga Murah
-
IHSG Nyaman di Level 6.000, Saham WIFI Melesat
-
7 Jenis Sabun Muka Cetaphil Sesuai Kebutuhan Kulit, Jangan Salah Pilih!
-
Usai Rumahnya Digeledah, Anggota BPK Bobby Adhityo Diperiksa KPK
-
Serang Balik! dr Tifa Sebut Jokowi Tak Pernah Ngaku Lulusan UGM Sebelum Kasus Ijazah Palsu
-
Penelitian Baru Ungkap Akar Budaya Toalean di Sulawesi Selatan
-
Review The Oddysey: Saat Nolan Mengubah Mitologi Jadi Potret Trauma Manusia
-
Aset Melonjak Jadi Rp2.250 Triliun, Fundamental BRI Kian Kokoh