Suara.com - Departemen Keamanan Dalam Negeri AS melaporkan pemerintah China telah secara sengaja menyembunyikan data keparahan kasus virus corona dari komunitas kesehatan internasional, serta menimbun barang impor dan menurunkan ekspor.
"China kemungkinan akan memangkas ekspor pasokan medisnya sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan pada Januari bahwa Covid-19 adalah penularan," tulis dua pejabat administrasi AS, dikutip CNN Internasional.
Berdasarkan laporan yang ditemukan oleh mereka, menilai data ekspor dan impor awal tahun ini, diedarkan dalam pemerintah federal pada Jumat (1/5/2020).
Minggu sebelumya, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo lebih dahulu mengklaim bahwa China telah berupaya menyembunyikan tingkat penyebaran virus corona, termasuk tingkat keparahan saat menimbun persediaan medis.
"Anda mendapatkan fakta yang hampir benar," kata Pompeo saat dwawancarai ABC 'This Week' mengenai apakah China secara sengaja menimbun persediaan medis sekaligus menyembunyikan keparahan Covid-19 di negara mereka.
"Kami dapat mengonfirmasi bahwa Partai Komunis China melakukan semua yang dapat dilakukan untuk memastikan bahwa dunia tidak belajar secara tepat waktu tentang apa yang terjadi," sambungnya.
Komentar ini dilontarkan Pompeo ketika pemerintahan Donald Trump merumuskan rencana jangka panjang untuk menghukum China di berbagai bidang untuk pandemi virus corona ini.
Administrasi Trump menyalahkan China atas penyebaran virus corona secara global karena kritik terhadap penanganan pandemi ini sendiri telah meningkat di negaranya.
Sebelumnya, sang presiden telah berulang kali meremehkan ancaman virus corona dan mengatakan bahwa wabah tidak akan menjadi masalah bagi AS, yang pada saat itu jelas sudah menyebar di seluruh dunia.
Baca Juga: AS-China Lanjutkan Perang Dagang, Harga Emas Makin Berkilau
Tidak hanya itu pejabat administrasi Trump juga sudah mendorong pasukan intelijen AS untuk menemukan asal-usul wabah virus corona sebenarnya, dalam mengejar teori yang belum terbukti bahwa pandemi terjadi karena keelakaan laboratoium di China.
Trump sendiri pada 30 April mengklaim dirinya telah melihat bukti Covid-19 berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, tetapi menolak memberikan rincian untuk mendukung pernyatannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun