Suara.com - Hebat, Satu Kota di New York Kompak Diet Bareng Demi Cegah Corona Covid-19
Obesitas atau kegemukan memang jadi sarang penyakit, seperti diabetes, jantung, hingga hipertensi. Nah, penyakit-penyakit inilah yang bisa berisiko memperparah gejala virus corona Covid-19.
Uniknya, akibat fakta itu sebuah kota di negara bagian New York, Amerika Serikat, kompak melakukan diet untuk menurunkan berat badan agar tidak mudah terinfeksi Covid-19.
Melansir laman NY Daily News, Jumat (8/5/2020) gerakan ini berawal saat Pejabat Huntington di Long Island menyarankan kepada seluruh masyarakat kota untuk melakukan diet agar tidak mudah tertular Covid-19.
"Saya telah mengumpulkan beberapa teman untuk membantu diet di Huntington," ujar Dr. David Buchin, Direktur Bedah Bariatrik di Huntington Hospital saat konferensi pers.
Buchin dan petugas lainnya berencana akan memberikan pelatihan online dan kelas yoga gratis, sekaligus juga memberikan saran nutrisi dan gizi di website kota.
Tidak hanya itu, Buchin juga mengatakan akan menjadi narasumber di beberapa acara Facebook Life untuk menjelaskan bagaimana orang gemuk berisiko lebih tinggi terinfeksi Covid-19.
Buchin kemudian mengutip hasil penelitian dari Northwell Health, penyedia perawatan kesehatan, yang menyebutkan 42 persen pasien rumah sakit adalah mereka yang mengalami obesitas.
Tidak hanya itu, bahkan beberapa penelitian lain juga telah mengungkap hubungan antara obesitas dan risiko kematian yang lebih besar dari penderita Covid-19. Seperti di Inggris ditemukan, warga negara yang obesitas sama berisikonya dengan para lansia.
Baca Juga: Cegah Corona, Wihara Ekayana Arama Meniadakan Kegiatan Ibadah
"Kita tidak bisa membiarkan ini terjadi. Kami sangat konsen terhadap masalah ini, karena kualitas kesehatan lebih penting dari sebelumnya," ungkap Dr. William Spencer, Ketua Komite Kesehatan Kabupaten Suffolk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi