2. Buah dan Sayuran
Buah dan sayuran dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker.
Kebanyakan buah dan sayur mengandung sedikit atau bahkan tidak ada lemak dan juga rendah kalori.
Buah dan sayuran juga tinggi serat, dan beberapa jenis serat dapat membantu menurunkan kolesterol.
Serat membantu menghalangi sejumlah kolesterol agar tidak diserap dari usus ke dalam aliran darah.
Kacang polong, ubi jalar, terong, brokoli, apel, stroberi, dan prem merupakan pilihan yang baik untuk kolesterol.
Setidaknya konsumsi lima jenis buah dan sayuran dalam sehari.
Jus buah dan smoothie tanpa pemanis juga bisa dikinsumsi. Tetapi hanya direkomendasikan dalam satu porsi.
Karena kandungan gula dan asam yang tinggi di dalamnya dapat merusak gigi.
Baca Juga: Duh, Indonesia Peringkat ke-2 Kasus Covid-19 Terbanyak di Asia Tenggara
3. Kacang
Kacang adalah sumber lemak tak jenuh yang baik dan sedikit mengandung lemak jenuh.
Selain lemak, kacang juga mengandung protein, vitamin E, magnesium, dan potasium yang membantu menjaga kesehatan tubuh.
Disarankan untuk makan 30 gram kacang atau sekitar segenggaman tangan dalam satu hari.
Jenis kacang yang direkomendasikan, yaitu, Almond, Macadamias, kacang Brasil, kacang mete, Hazelnut, Pistachio, Kenari, Kacang Tanah, dan Pecan.
Selanjutnya: Oat, Gandum dan Kedelai ...
4. Oat dan Gandum
Oat dan gandum adalah biji-bijian yang kaya akan jenis serat yang disebut beta glucan.
Beta glukan mampu membentuk gel dan mengikat asam empedu yang kaya kolesterol di usus.
Ini membantu membatasi jumlah kolesterol yang diserap dari usus ke dalam darah Anda.
Sementara hati yang seharusnya mengambil lebih banyak kolesterol dari darah untuk membuat lebih banyak empedu. Tujuannya untuk menurunkan kolesterol darah.
5. Makanan dari kedelai
Kacang kedelai kaya dengan protein, vitamin dan mineral, juga rendah lemak jenuh.
Mengonsumsi kacang kedelai atau makanan olahan yang terbuat dari kedelai bisa jadi pengganti daging, produk susu full cream, dan makanan ringan yang tinggi lemak jenuh.
Disarankan untuk makan sekitar dua hingga tiga porsi kacang kedelai sehari atau 250 mililiter susu kedelai.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern