Suara.com - C19 ID Project memproduksi gelang berkode warna untuk memberi tanda bahwa pemakainya memiliki antobodi Covid-19. Gelang ini diharapkan dapat mengurangi kecemasan orang ketika mereka berada di tempat umum.
Gelang ini juga dinilai sebagai cara mudah untuk mengomunikasikan preferensi ketika kebijakan jarak sosial berubah.
"Kami membutuhkan cara untuk mengomunikasikan preferensi sosial kita secara cepat," kata pendiri C19 ID Project, Tyler Barnet, dikutip dari Fox News.
Gelang ini menggunakan pita dan tombol berkode warna yang akan menunjukkan pada orang lain bahwa pemakainya sedang dalam kondisi 'jarak sosial', yang ditandai dengan warna merah, atau 'sudah memiliki antibodi Covid-19 dan dapat bersosialisasi secara normal', yang ditandai warna hijau.
Barnet mengatakan akan ada banyak kasus kesembuhan di dunia setelah kebijakan lockdown, sehingga ia berharap gelang kode ini dapat membantu meringankan ketakutan dan kecemasan orang-orang.
"Ketika segalanya dibuka, itu benar-benar membuat kita berada dalam posisi yang sangat canggung satu sama lain," kata Barnet. Dari pemikiran inilah ia memiliki ide untuk membuat gelang berkode warna.
Barnet yakin bahwa masyarakat akan cepat memahami metode komunikasi implisit ini.
Ia menambahkan, hasil penjualan dari gelang ini akan disumbangkan ke badan amal responden pertama.
Baca Juga: Sudah Dilarang WHO, India Bandel Gunakan Hidroklorokuin Sebagai Obat Corona
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak