Suara.com - Kita sudah melakukan beberapa upaya, seperti physical distancing, memakai masker, dan melakukan kebersihan diri. Akan tetapi ada satu faktor krusial yang tak bisa diabaikan agar tetap sehat dan terhindar dari infeksi Covid-19 yaitu menjaga kekebalan tubuh.
Kekebalan tubuh yang baik dan kuat adalah kunci untuk mencegah agar tak terserang virus corona baru penyebab sakit Covid-19.
Dikutip dari Medical Daily, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan selama pandemi ini untuk menjaga kekebalan tubuh Anda tetap sehat dan kuat. Apa saja?
1. Tidur cukup
Orang dewasa membutuhkan sekitar 7-10 jam tidur, remaja 8-10 jam, dan anak-anak serta bayi lebih dari 14 jam. Kurang tidur atau tidur yang tak nyenyak terkait dengan risiko terkena masalah kesehatan. Sehingga banyak pakar yang menyebut bahwa kekebalan tubuh dan tidur erat kaitannya.
2. Perbanyak sumber nabati
Mengonsumsi banyak sumber nabati seperti sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan yang kaya akan antioksidan, vitamin C, dan serat dapat membantu menurunkan risiko infeksi.
3. Konsumsi lemak sehat
Lemak sehat seperti asam lemak omega 3 memiliki kandungan antiinflamasi yang membantu tubuh melawan penyakit berbahaya yang disebabkan oleh bakteri dan virus.
4. Makanan fermentasi
Kekebalan tubuh berkaitan erat dengan kesehatan pencernaan. Saluran cerna kita mengandung probiotik yang bisa ditingkatkan dengan mengonsumsi makanan fermentasi seperti yogurt atau tempe.
Mengonsumsi makanan fermentasi dapat menguatkan kekebalan tubuh dengan membantu mengidentifikasi mikroorganisme yang berbahaya.
5. Kurangi konsumsi gula
Konsumsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, dan kondisi kesehatan lainnya yang membahayakan kekebalan tubuh. Sehingga untuk menurunkan risiko terkena masalah kesehatan kronis, sangat tepat untuk mengurangi konsumsi gula Anda.
Baca Juga: Hadapi New Normal, Ahli Nutrisi Bagikan 5 Cara Tingkatkan Kekebalan Tubuh
6. Olahraga
Olahraga intensitas sedang bisa mendorong kekebalan tubuh. Lakukan olaharga selama 2 jam 30 menit per minggunya untuk membantu sel-sel kekebalan tubuh kita beregenerasi dan mengurangi inflamasi, seperti berjalan kaki atau jogging.
7. Hidrasi
Tak cukup asupan cairan bisa menyebabkan kesehatan dan performamu secara keseluruhan menurun. Dehidrasi atau kekurangan cairan bisa meningkatkan risiko terkena penyakit.
8. Kelola stres
Mengelola stres dan kecemasan bisa meningkatkan kekebalan tubuh Anda. Stres meningkatkan inflamasi dan mengganggu keseimbangan hormon dan fungsi sel imun dalam jangka panjang. Anda bisa melakukan aktivitas pereda stres seperti olahraga, menggambar, atau meditasi.
9. Mengonsumsi suplemen
Mengonsumsi suplemen tidak berarti menggantikan diet sehat yang seimbang, namun bisa membantu melawan infeksi dan mendorong kekebalan tubuh. Anda bisa mengonsumsi suplemen seperti vitamin E, zinc, vitamin D, vitamin C, dan vitamin B6.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!