Suara.com - Ada ratusan jenis virus yang masuk dalam subfamili virus orthocoronavirinae, tetapi hanya 7 dari virus corona yang diketahui memengaruhi manusia.
Orthocoronavirinae sendiri adalah virus yang dikelilingi oleh protein berlemak dan bergantung pada inang untuk bertahan hidup.
Sementara itu, virus corona yang masuk dalam subfamili orthocoronavirinae banyak ditemukan di antara hewan-hewan seperti babi, unta, kelelawar dan kucing. Kemudian, virus dari hewan itu bermutasi dan menyebar ke manusia.
Tapi, bagaimana orthocoronavirinae berkaitan dengan virus corona?
Virus corona Covid-19 termasuk anggota dari subfamili virus orthocoronavirinae. Virus corona Covid-19 diperkirakan melompat dari hewan ke manusia di pasar basah Wuhan, China.
Meskipun belum terbukti, virus corona Covid-19 ini diketahui berasal dari hewan kelelawar dan trenggiling yang menjadi 'tersangka' utama.
Virus corona yang masuk dalam subfamili virus orthocoronavirinae biasanya menyebabkan gejala pernapasan ringan, termasuk pilek yang menyerang manusia sepanjang waktu.
Adapun virus corona yang juga masuk dalam subfamili virus orthocoronavirinae dan menyebabkan wabah besar selain Covid-19, yaitu SARS dan MERS.
Saat ini virus corona Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 8 juta orang di dunia. Virus asal Wuhan ini juga telah menewaskan lebih dari 400 ribu jiwa secara global.
Baca Juga: Dinar Candy Bakal Tes Keperawanan, Benarkah Ada di Dunia Medis?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat