Suara.com - Ganja baru-baru ini disebut bisa membantu lawan komplikasi mematikan akibat virus corona atau Covid-19. Dilansir dari Medical Daily, para peneliti telah menemukan bahwa salah satu kanabinoid dapat membantu mencegah gangguan paru-paru yang berpotensi mematikan terkait dengan penyakit coronavirus, influenza dan infeksi lainnya.
Studi baru, yang diterbitkan dalam Frontiers In Pharmacology, menunjukkan efek positif baru Tetrahydrocannabinol (THC). Komponen psikoaktif utama ganja muncul melindungi paru-paru di laboratorium dengan mengurangi peradangan yang disebabkan oleh infeksi.
Para peneliti menguji efek ganja pada sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), yang mempengaruhi lebih dari 3 juta orang di seluruh dunia setiap tahun. Ini dapat menyebabkan peradangan yang cepat, sesak napas dan kulit kebiruan dan bahkan kematian, lapor IFLScience.
Pandemi Covid-19 diperkirakan akan meningkatkan jumlah orang yang menderita ARDS. Komplikasi juga datang dengan peningkatan signifikan dalam sinyal di paru-paru yang disebut badai sitokin.
Sistem kekebalan melepaskan sitokin ketika tubuh diserang oleh infeksi. Utusan kecil ini dapat membimbing tubuh untuk bereaksi terhadap tempat infeksi dengan sel-sel kekebalan tubuh atau memperlambat reaksi dan mencegah sel-sel kekebalan dari merusak area yang terkena terlalu banyak.
Pada orang dengan Covid-19 dan penyakit pernapasan lainnya, sitokin bisa menjadi proinflamasi. Itu bisa menempatkan pasien pada risiko tinggi hiperinflamasi dan kemungkinan kematian.
Untuk melihat apakah ganja dapat membantu mencegah masalah itu, para peneliti fokus pada efek anti-inflamasi dari THC. Tim menyediakan obat untuk tikus dengan ARDS untuk melihat apakah itu bisa membantu menghentikan peradangan di paru-paru.
Hasilnya menunjukkan bahwa 100 persen kasus atau semua subjek hewan mampu menghindari gejala mematikan setelah mengonsumsi THC. Obat itu membantu mencegah kerusakan parah pada paru-paru dengan memblokir sitokin proinflamasi dan memperlambat peradangan apa pun.
ARDS telah menjadi masalah serius di seluruh dunia. Studi ini diharapkan dapat memandu upaya masa depan dalam memanfaatkan ganja untuk membantu mengelola penyakit paru-paru atau infeksi.
Baca Juga: Bukan Gagang Pintu, Ini 3 Lokasi di Rumah yang Jadi Hotspot Covid-19
Namun, penting untuk mengetahui bahwa temuan awal berasal dari tes dengan tikus. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami bagaimana THC bekerja melawan penyakit pernapasan dan apakah itu akan memberikan manfaat yang sama kepada pasien manusia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi