Health / Konsultasi
Selasa, 07 Juli 2020 | 12:25 WIB
Ilustrasi daun ganja. (Shutterstock)

Suara.com - Ganja baru-baru ini disebut bisa membantu lawan  komplikasi mematikan akibat virus corona atau Covid-19. Dilansir dari Medical Daily, para peneliti telah menemukan bahwa salah satu kanabinoid dapat membantu mencegah gangguan paru-paru yang berpotensi mematikan terkait dengan penyakit coronavirus, influenza dan infeksi lainnya.

Studi baru, yang diterbitkan dalam Frontiers In Pharmacology, menunjukkan efek positif baru Tetrahydrocannabinol (THC). Komponen psikoaktif utama ganja muncul melindungi paru-paru di laboratorium dengan mengurangi peradangan yang disebabkan oleh infeksi.

Ilustrasi daun ganja.[Pexels/Michael Fischer]

Para peneliti menguji efek ganja pada sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), yang mempengaruhi lebih dari 3 juta orang di seluruh dunia setiap tahun. Ini dapat menyebabkan peradangan yang cepat, sesak napas dan kulit kebiruan dan bahkan kematian, lapor IFLScience.

Pandemi Covid-19 diperkirakan akan meningkatkan jumlah orang yang menderita ARDS. Komplikasi juga datang dengan peningkatan signifikan dalam sinyal di paru-paru yang disebut badai sitokin.

Sistem kekebalan melepaskan sitokin ketika tubuh diserang oleh infeksi. Utusan kecil ini dapat membimbing tubuh untuk bereaksi terhadap tempat infeksi dengan sel-sel kekebalan tubuh atau memperlambat reaksi dan mencegah sel-sel kekebalan dari merusak area yang terkena terlalu banyak.

Pada orang dengan Covid-19 dan penyakit pernapasan lainnya, sitokin bisa menjadi proinflamasi. Itu bisa menempatkan pasien pada risiko tinggi hiperinflamasi dan kemungkinan kematian.

Untuk melihat apakah ganja dapat membantu mencegah masalah itu, para peneliti fokus pada efek anti-inflamasi dari THC. Tim menyediakan obat untuk tikus dengan ARDS untuk melihat apakah itu bisa membantu menghentikan peradangan di paru-paru.

Hasilnya menunjukkan bahwa 100 persen kasus atau semua subjek hewan mampu menghindari gejala mematikan setelah mengonsumsi THC. Obat itu membantu mencegah kerusakan parah pada paru-paru dengan memblokir sitokin proinflamasi dan memperlambat peradangan apa pun.

ARDS telah menjadi masalah serius di seluruh dunia. Studi ini diharapkan dapat memandu upaya masa depan dalam memanfaatkan ganja untuk membantu mengelola penyakit paru-paru atau infeksi.

Baca Juga: Bukan Gagang Pintu, Ini 3 Lokasi di Rumah yang Jadi Hotspot Covid-19

Namun, penting untuk mengetahui bahwa temuan awal berasal dari tes dengan tikus. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami bagaimana THC bekerja melawan penyakit pernapasan dan apakah itu akan memberikan manfaat yang sama kepada pasien manusia.

Load More