Suara.com - Dalam suatu kasus genetika yang langka, seorang perempuan harus melahirkan dua kali lewat dua rahimnya, dan masing-masing dengan bayinya sendiri.
Ibu Inggris memiliki kondisi yang sangat langka yang dikenal sebagai uterus didelphys - di mana ia mengembangkan dua rahim bukan satu pada umumnya.
Menurut Healthline, ini terjadi ketika seorang gadis berkembang di dalam rahim ibunya, dimulai dengan dua tabung Mullerian yang dalam banyak kasus bergabung menjadi satu rahim.
Perempuan bernama Kelly Fairhurst sebelumnya sudah memiliki dua anak perempuan. Anak pertama Kelly, Agyness, empat, lahir prematur delapan minggu, sedangkan Margot, tiga, enam minggu lebih awal
Saat pemeriksaan 12 minggu ia tidak hanya terkejut bahwa akan memiliki anak kembar, berkembang dalam rahim yang terpisah.
"Dengan bayi kedua saya, mereka mengatakan bahwa saya mungkin memiliki rahim bicornuate, yang artinya belum sepenuhnya terbentuk.
“Jadi ketika saya pergi untuk pemindaian ini, saya benar-benar terkejut mengetahui bahwa saya memiliki dua di antaranya," kata dia.
Ada juga kemungkinan bahwa mereka mungkin identik. Ini berarti bahwa dia mungkin harus melahirkan dua kali, namun dokternya berharap mereka dapat melakukan sesar untuk mencegah hal ini.
Bayi-bayi itu mungkin juga dilahirkan prematur, yang merupakan risiko tinggi bagi wanita dengan dua uteri. Meski kemungkinan kehamilan kembar ini terjadi adalah satu dari 50 juta, itu memang pernah terjadi sebelumnya.
Baca Juga: Temani Istri Melahirkan, Pedagang Beras di Bantul Kemalingan 100 Juta Lebih
Tahun lalu, seorang perempuan Bangladesh dengan uterus didelphys melahirkan anak pertamanya, dan kemudian melahirkan anak kembar 26 hari kemudian, lapor CNN.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak