Suara.com - Data terakhir Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Kamis (23/7) pukul 22.00 WITA, tercatat sebanyak 57 anak terpapar Covid-19. Rinciannya adalah 25 anak usia 0-5 tahun, 14 anak usia 6-12 tahun, dan 18 anak usia 13-17 tahun.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Kota Mataram menyarankan para orangtua agar terus menjaga asupan gizi anak di tengah pandemi Covid-19, guna meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.
"Dalam kondisi pendemi COVID-19 saat ini, asupan gizi anak yang cukup dan berimbang sangat penting agar anak memiliki daya tahan tubuh maksimal dan tidak mudah sakit," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. H. Usman Hadi di Mataram, Jumat (24/7/2020), seperti dikutip dari Antara.
Untuk melindungi anak dari penyebaran Covid-19, orangtua juga tidak boleh membawa anak di bawah umur ke pusat-pusat keramaian, seperti pasar, mal, objek wisata, dan tempat lainnya.
"Kalau pun terpaksa harus keluar, anak wajib menggunakan masker," katanya.
Namun demikian, Usman tetap menyarankan agar anak-anak sebaiknya tidak dibawa keluar rumah. Selain lansia, anak-anak adalah kelompok yang sangat rentan terpapar Cobid-19.
Usman juga mengimbau apabila ada orangtua yang terpapar Covid-19 atau reaktif Covid-19, sebaiknya segera melakukan isolasi mandiri atau isolasi terpusat di Wisma Nusantara. Tujuannya, agar anak tidak tertular Covid-19.
Selain itu, menurut Usman, menjaga kebersihan dan kesehatan sekitar lingkungan dan dalam rumah sangat penting dan perlu diperhatikan para orangtua.
Menerapkan hidup bersih tak pernah salah, karena selain mencegah penyebaran Covid-19, juga bisa menghindari berkembangbiaknya nyamuk demam berdarah penyebab DBD yang saat ini juga tengah menjadi masalah di Indonesia.
Baca Juga: Ini Dia Sumber Penularan Covid-19 pada Anak
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga