Suara.com - Meski pandemi virus corona atau Covid-19 belum juga mereda, Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman memprediksi akan muncul ancaman penyakit baru dalam tahun tahun ke depan.
Ia mengatakan bahwa ancaman penyakit itu sebagian besar ditimbulkan dari hewan atau biasa dikenal dengan istilah zoonosis.
"Akan banyak penyakit yang hadir, dan ancaman dalam wabah atau epidemi dan pandemi. Kita tidak bisa berdiam diri dan mengantisipasi ancaman karena yang menjadi penyebab sebagian dari kita yang masih diam, dan ini membuat rawan terjadinya lompatan zoonosis virus atau virus yang adanya di binatang," ujar Dicky, dalam webinar "Synergy & Innovation for Global Health Security & Pandemic" yang dadakan Shafco, Sabtu, (25/7/2020).
Menurutnya, jika penularan itu hanya terjadi antar binatang tidak akan terlalu menjadi masalah. Namun, jika terjadi lompatan dan penularan ke manusia, situasi itu bisa menjadi ancaman serupa seperti pandemi Covid-19 yang telah melanda seluruh dunia.
"Ketika lompat ke manusia itu akan jadi emerging disease, ini ancaman yang ada sebetulnya tiap tahun dan tiap hari, dan 75 persen penyakit epidemi dan pandemi adanya pada zoonosis," kata Dicky.
Dicky menjelaskan, bahwa dalam sebulan saja, ada ratusan penyakit yang berpotensi menjadi pandemi. Hal yang menjadi permasalahan ialah bahwa banyak negara yang tidak siap untuk menanganinya.
Situasi tersebut yang akhirnya membuat penyakit itu menjadi tidak terkendali dan meluas. Dari pengalaman sebelumnya, lanjut Dicky, pandemi sendiri tidak akan selesai dalam waktu yang cepat.
"Jika mengacu pada sejarah pandemi sebelum-sebelumnya, penyelesaian pandemi paling cepat itu 1 tahun. Nah, Indonesia sekarang di posisi masih fase awal, maka perlu dilakukan pencegahan penyebaran virus supaya keparahan kasus bisa dikendalikan," kata dia.
Seperti diketahui, penyakit zoonosis yang sempat melanda dunia beberapa di antaranya ialah SARS, Mers, dan juga flu burung.
Baca Juga: Ngeri, Virus Corona Jadi Salah Satu Sebab Kematian Tertinggi di AS
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak