- Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menyatakan tujuh BPR dan BPRS telah dilikuidasi pada semester I 2026.
- LPS berhasil membayarkan tujuh puluh persen rekening nasabah dalam waktu lima hari setelah pencabutan izin usaha bank.
- Kasus likuidasi bank skala kecil tersebut mayoritas disebabkan oleh masalah tata kelola internal serta pelanggaran ketentuan.
Suara.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan telah menyelesaikan proses likuidasi bank. Rinciannya, tujuh Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) sudah bangkrut sepanjang semester I 2026.
Adapun, sebanyak 18 BPR/BPRS lainnya masih berada dalam proses likuidasi. Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mengungkapkan bahwa rata-rata waktu penyelesaian proses likuidasi BPR/BPRS mencapai sekitar 21 bulan.
"Sepanjang semester I, LPS telah menyelesaikan likuidasi atas tujuh BPR/BPRS dan 18 BPR/BPRS lainnya masih dalam proses likuidasi," ujar Anggito Abimanyu dalam paparannya di Rapat KSSK, Senin (3/8/2026).
Meski demikian, Anggito menegaskan bahwa LPS terus mempercepat proses penanganan nasabah, khususnya dalam pembayaran klaim simpanan setelah izin usaha bank dicabut oleh otoritas.
Percepatan tersebut dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan nasional.
"Penanganan dari proses pembayaran sekarang alhamdulillah lebih cepat. Tujuh puluh persen rekening sudah dibayarkan dalam lima hari setelah pencabutan izin usaha," kata Anggito.
LPS menilai, percepatan pembayaran klaim menjadi salah satu langkah penting dalam memberikan kepastian kepada nasabah serta meminimalkan dampak penutupan bank terhadap masyarakat.
Di sisi lain, kasus-kasus likuidasi BPR/BPRS yang masih didominasi persoalan tata kelola menjadi pengingat penting bagi industri perbankan.
Terutama bank skala kecil, untuk memperkuat manajemen risiko, kepatuhan terhadap regulasi, dan penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Baca Juga: Kerja Keras Tahan Rupiah Melemah, Gimana Kondisi Cadangan Devisa
Langkah tersebut dinilai krusial guna menjaga stabilitas industri perbankan sekaligus melindungi dana masyarakat.
"BPR/BPRS yang dilikuidasi mayoritas disebabkan oleh tata kelola internal dan pelanggaran ketentuan pelanggan," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad Massal 62 Ribu KPR FLPP, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan
-
Investor Mulai Cemas, Mengapa Kekosongan Gubernur BI Picu Kekhawatiran Independensi?
-
Destry Singgung Independensi BI Usai Perry Warjiyo Mundur
-
Permata Bank Cetak Laba Bersih Tumbuh 4,5 Persen pada Semester I-2026, Kredit Naik Jadi Rp171,2 T
-
Kredit Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Bank Danamon Naik 33% di Semester I-2026
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Pemain Liga Inggris Rp596 M Punya Nenek Kelahiran Semarang, Bisa Dinaturalisasi?
-
Indonesia-Thailand Luncurkan Roadmap Kemitraan Strategis 2026-2030
-
Review Home School: Saat Belajar di Sekolah Tak Harus Lewat Buku Pelajaran
-
18 Bank Segera Bangkrut, Ini Bocoronnya
-
XL Ultra 5G+ Rebut Takhta Jaringan Terbaik di Indonesia, Kecepatan Tembus 500 Mbps!
-
7 Sisi Gelap Zodiak Scorpio Saat Marah dan Cemburu, Emosinya Sulit Ditebak
-
Kemiren Lawan Komersialisasi Budaya Lewat Wirausaha UMKM Berkelanjutan
-
Hino Indonesia Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi di GIIAS 2026
-
Dua Kabar Baik untuk Bulog: Margin Fee Naik dan Bunga Kredit Turun, Laba Diproyeksi Rp1,14 Triliun
-
Rapor Merah Timnas Indonesia Usai Dipecundangi Vietnam: Finishing Buruk, Pertahanan Bocor