Suara.com - Jumlah pasien Covid-19 yang berhasil sembuh terus meningkat di sejumlah negara, di tengah pelonggaran pembatasan sosial dan karantina wilayah.
Dilansir Anadolu Agency, lebih dari 9 juta orang pulih dari infeksi COvid-19 di seluruh dunia, menurut penghitungan Johns Hopkins University, Amerika Serikat.
Data menunjukkan total 9.043.203 pasien memenangkan pertempuran melawan Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.
Jumlah kasus mencapai 15.736.499, sementara jumlah kematian global mencapai 639.652.
Brasil memiliki jumlah pemulihan tertinggi dengan lebih dari 1,6 juta, diikuti oleh AS dengan lebih dari 1,26 juta.
China melaporkan lebih dari 86.200 kasus dan lebih dari 80.300 pemulihan, sementara jumlah kematiannya mencapai 4.650. Angka yang hampir tidak berubah terus menimbulkan pertanyaan di dalam dan di luar China.
Secara keseluruhan, virus telah menyebar ke 188 negara sejak pertama kali muncul di Wuhan, China pada Desember tahun lalu. Meskipun jumlah kasus meningkat, sebagian besar yang tertular virus hanya mengalami gejala ringan.
Di Indonesia per Minggu (26/7/2020) per pukul 12.00 WIB, dalam kurun waktu 24 jam terjadi penambahan kasus positif sebanyak 1.492 orang.
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan ribuan orang yang terinfeksi Virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19 ini menambah kasus positif secara akumulatif sejak kasus pertama menjadi total 98.778 orang.
Baca Juga: Acara Lamaran Nikita Willy dan Indra Priawan Digelar Tertutup
Dari jumlah itu, ada tambahan 67 orang meninggal sehingga total menjadi 4.781 jiwa meninggal dunia.
Kemudian, ada tambahan 1.301 orang yang sembuh sehingga total menjadi 56.655 orang lainnya dinyatakan sembuh. Sementara kasus suspek hingga saat ini mencapai 55.647 orang.
Semua kasus ini tersebar merata di 34 provinsi dan 471 kabupaten/kota, tidak ada penambahan kabupaten/kota yang terinfeksi hari ini.
Berita Terkait
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI