Suara.com - Beberapa waktu lalu Public Health England (PHE) telah mengeluarkan peringatan kesehatan karena suhu cuaca yang melonjak. Orang yang pulih dari virus corona Covid-19 pun disarankan tetap berada di rumah.
Karena, suhu cuaca bisa mencapai 39 derajat celcius di beberapa bagian Inggris sekarang ini. Suhu yang tinggi ini terus berlanjut sepanjang akhir pekan dan minggu depan.
Beberapa bagian negara akan mengalami suhu cuaca yang sangat tinggi dan seorang konsultan telah menyarankan bahwa orang-orang yang baru pulih dari virus corona Covid-19 harus mengambil tindakan pencegahan ekstra.
Ishani Kar-Purkayastha, konsultan kesehatan masyarakat di PHE mengatakan sebagian orang menikmati cuaca panas dan sebagian lainnya merasa sulit untuk mengatasinya.
"Orang yang pulih dari virus corona Covid-19 di rumah akan mengisolasi diri, orang tua dan orang dengan kondisi kesehatan mendasar semuanya akan lebih rentan terhadap virus selama cuaca panas," tutur Ishani dikutip dari The Sun.
Pada musim panas ini, banyak orang mungkin lebih sering menghabiskan waktunya di rumah karena ancaman virus corona Covid-19.
Banyak rumah yang mungkin terasa akan lebih panas. Sehingga kita perlu terus memeriksa kondisi orang tua dan orang dengan masalah kesehatan, terutama bila mereka tinggal sendirian dan terisolasi secara sosial.
Ishani Kar-Purkayastha juga menambahkan bahwa satu hal yang terpenting adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi dan tetap sejuk selama musim panas di tengah pandemi virus corona Covid-19.
PHE juga menyatankan bahwa pandemi virus corona berisiko akan meningkat pada musim panas. Sebab, ada beberapa faktor kunci yang memungkinkan virus corona Covid-19 berkembang dan tumpang tindih dengan musim panas, termasuk usia lebih tua dan masalah paru-paru kronis.
Baca Juga: Virus Corona Bisa Picu Rhabdomyolysis, Kondisi Langka dari Radang Sendi
Orang yang mengisolasi diri, karena mungkin mereka mengira infeksi virus corona Covid-19 membuatnya kesulitan menjaga suhu tubuh. PHE juga membenarkan bahwa kondisi ini bisa lebih buruk bila seseorang mengalami demam.
Sedangkan, orang yang sudah pulih dari virus corona Covid-19 telah mengalami kerusakan organ yang membuatnya lebih rentan terhadap virus ketika panas.
Para ahli pun mepmeringatkan pentingnya membedakan antara virus corona Covid-19 dari serangan panas. Orang yang sudah memiliki masalah pernapasan serta jantung harus menjauhi terik matahari.
Jika Anda memiliki gejala Covid-19 maka Anda harus mengisolasi diri dan mencoba melakukan tes medis. Sebab, penyakit akibat panas bisa berupa suhu tubuh tinggi dan pusing, yang keduanya terkait dengan virus corona.
Dr Dawn Richards, GP di Vitality Health, mengatakan penting untuk mengetahui tanda-tanda heat stroke, sehingga Anda dapat bertindak lebih cepat.
"Dalam cuaca yang sangat panas dan lembab, keringat tidak bisa menguap dengan cepat dan tubuh tidak bisa mendinginkan dirinya sendiri," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh