Suara.com - Hidung meler, tenggorokan gatal, dan bersin tanpa henti - adalah beberapa gejala flu yang terasa menyiksa. Selain mengandalkan istirahat yang cukup, Anda juga perlu mengonsumsi makanan yang tepat agar gejala di atas tak semakin parah.
Makanan yang tepat dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan memperbaiki gejala flu. Tapi hati-hati, beberapa makanan sebaiknya Anda hindari untuk sementara karena justru dapat memperburuk gejala yang ada.
Dilansir dari di Bright Side, ini dia 5 makanan yang sebaiknya dihindari saat flu, dan 5 makanan lainnya yang sebaiknya Anda konsumsi.
Makanan yang harus dihindari:
1. Stroberi
Stroberi memang dikenal sebagai superfood yang kaya vitamin dan antioksidan. Tetapi, stroberi juga merupakan makanan pelepas histamin yang bisa menjadi mimpi buruk bagi masalah hidung meler ataupun hidung tersumbat.
2. Permen
Makanan manis mengandung banyak gula, yang merupakan hal terakhir yang Anda butuhkan saat sakit. Makan gula untuk sementara waktu dapat menekan sistem kekebalan tubuh dan kemampuan sel darah putih untuk melawan kuman yang membuat Anda sakit.
3. Makanan olahan
Baca Juga: Mengenal Flu Spanyol, Pandemi Virus Paling Mematikan Tahun 1918!
Tidak semua makanan olahan tidak sehat, tetapi beberapa di antaranya mungkin mengandung garam, gula, dan lemak yang tinggi. Dan ketiganya dapat memicu peradangan dan dapat menunda proses penyembuhan. Jadi, untuk sementara waktu, hindari dulu camilan gurih, minuman ringan, sereal, atau sosis - setidaknya sampai Anda merasa lebih baik.
4. Acar
Acar mengandung cuka atau garam, yang merupakan bahan yang dapat meningkatkan peradangan pada tenggorokan.
5. Keripik
Jika Anda batuk atau sakit tenggorokan, makan camilan seperti kerupuk, nacho, keripik kentang, atau pretzel akan terasa seperti amplas di tenggorokan Anda. Makanan ini bisa sangat mengiritasi tenggorokan, yang berarti memperpanjang penderitaan Anda.
Makanan untuk dimakan sebagai gantinya:
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi