Suara.com - Sistem imun tubuh orang yang baru saja sembuh dari flu biasa sudah terlatih untuk mengenali virus Sars-Cov-2, pemicu penyakit Covid-19, demikian hasil penelitian para ilmuwan di Amerika Serikat yang pekan ini terbit di jurnal Science.
Studi yang terbit 4 Agustus itu menjabarkan bahwa sel-sel imun (yang dikenal sebagai sel T) yang sudah terlatih mengenali virus corona penyebab flu biasa, juga bisa mengenali bagian tertentu dari Sars-Cov-2.
Mengenali struktur molekul Sars-Cov-2
Sel T bahkan bisa mengenali duri protein Sars-Cov-2 yang berfungsi untuk menempel dan memasuki sel-sel tubuh manusia, demikian dilansir Live Science Sabtu (8/9/2020). Sel-sel T juga mampu mengenali protein lain di bawah duri-duri protein tersebut.
Para ilmuwan menduga kemampuan sel T untuk mengenali virus corona penyebab Covid-19 adalah alasan mengapa sejumlah orang yang positif terinfeksi tidak mengalami gejala yang parah.
Tetapi mereka juga mewanti-wanti bahwa dugaan ini masih terlalu spekulatif dan butuh penelitian lebih lanjut untuk dibuktikan. Mereka belum bisa memastikan seberapa besar peran sel T dalam melawan Covid-19, karena sel tersebut hanya bagian kecil dari sistem imun tubuh manusia yang sangat kompleks.
"Kami sudah membuktikan bahwa, di beberapa orang, memori sel T tentang virus corona penyebab flu biasa bisa juga mengenali Sars-Cov-2 hingga ke struktur molekulnya," terang Daniela Weiskopf pemimpin studi yang bekerja di Intitut Imunologi La Jolla di California, AS.
Memantik perlawanan cepat
Alessandro Sette, ilmuwan dari La Jolla yang juga terlibat dalam studi ini, mengatakan bahwa kemampuan sel T mengidentifikasi Sars-Cov-2 bisa berujung pada tingkat beragam level perlindungan terhadap Covid-19.
Baca Juga: Bill Gates: Mimpi Buruk Covid-19 Berakhir 2021 untuk Negara Kaya
"Jika reaksi sel T kuat atau baik, maka orang yang terinfeksi Covid-19 mungkin akan memiliki peluang untuk memberikan perlawanan yang lebih kuat dan cepat," jelas Sette.
Beberapa studi sebelumnya menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen orang yang belum pernah terpapar Covid-19, sel T mereka bisa mengenali virus Sars-Cov-2. Fenomena ini ditemukan di seluruh dunia, mulai dari Jerman, Belanda, Inggris, dan Singapura.
Para ilmuwan menduga bahwa sistem imun tubuh bisa mengenali virus corona penyebab Covid-19 karena sebelumnya pernah terinfeksi virus corona lain, khususnya yang menyebabkan flu biasa.
Adapun dalam studi ini para ilmuwan menganalisis darah orang yang dikumpulkan antara tahun 2015 sampai 2018, jauh sebelum Covid-19 pertama kali dilaporkan di Wuhan, China.
Sampel darah ini mengandung sel T yang bereaksi terhadap lebih dari 100 bagian virus Sars-Cov-2. Sel-sel T dalam darah itu juga bereaksi terhadap bagian-bagian yang sama pada empat jenis virus corona lain yang menyebabkan flu biasa.
"Studi ini menunjukkan bukti molekular langsung yang sangat kuat bahw sel-sel T bisa mendeteksi rangkaian yang sangat mirip antara virus corona penyebab flu biasa dan Sars-Cov-2," tegas Sette.
Berita Terkait
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring
-
Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
Terkini
-
7 HP Gaming Refresh Rate 120Hz Termurah, Baterai Badak Harga Cuma Rp1 Jutaan
-
7 Tablet Anak Pengganti HP untuk Gaming dan Belajar, Bonus Stylus Pen Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Usai Beli Saham Capcom, Arab Saudi Bakal Caplok Moonton Rp102 Triliun
-
15 HP Oppo Terbaru 2026 dan Harganya, Mana yang Cocok Buat Kantongmu?
-
Lenovo dan MSI Siap Luncurkan Laptop dengan Intel Core Ultra 7 serta NVIDIA RTX 5070
-
Death Stranding 2 Pecahkan Rekor di PC, Jadi Jawaban Telak untuk Sony
-
CD Projekt Sedang Garap Game Baru, Penerus The Witcher dan Cyberpunk?
-
Serangan Rantai Pasokan Jadi Ancaman Siber Terbesar 2025, Perusahaan Asia Pasifik Wajib Waspada
-
5 Rekomendasi HP Rp3 Jutaan dengan Spek Gahar dan Performa Andal
-
REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z