Suara.com - Bejalan maupun berlari memiliki manfaat bagi kesehatan, keduanya merupakan bentuk olahraga kardiovaskular yang sehat. Tapi mana yang lebih untuk menurunkan berat badan?
Melansir dari Healthline, berjalan memang bisa memberikan banyak manfaat yang sama dengan berlari. Tetapi berlari membakar hampir dua kali lipat jumlah kalori saat berjalan.
Misalnya seseorang dengan berat 160 pon (80 kg), berlari dengan kecepatan 5 mil per jam (mph) bisa membakar 606 kalori.
Sementara berjalan cepat dalam waktu yang sama dengan kecepatan 3,5 mph hanya membakar 314 kalori. Padahal Anda perlu membakar sekitar 3.500 kalori untuk menurunkan satu pon (0,5 kg) berat badan.
Jika tujuan Anda adalah menurunkan berat badan, lari adalah pilihan yang lebih baik daripada berjalan.
Tapi jika Anda baru mulai berolahraga atau tidak bisa berlari, berjalan kaki masih dapat membantu Anda menurunkan berat badan.
Tak hanya itu, jalan kaki dapat meningkatkan kesehatan jantung dan memberi Anda lebih banyak energi secara keseluruhan.
Tapi perlu diingat, meski berlari bisa menurunkan kalori lebih cepat, namun lari dapat menyebabkan cedera umum yang berlebihan seperti patah tulang stres hingga shin splints.
Faktanya, pelari memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk cedera terkait olahraga daripada berjalan kaki. Pejalan kaki memiliki perkiraan risiko cedera 1 hingga 5 persen, sementara pelari memiliki peluang 20 hingga 70 persen.
Baca Juga: Manfaat Unik Cokelat Hitam, Berlemak tapi Efektif Menurunkan Berat Badan
Namun perlu digarisbawahi bahwa berjalan maupun berlari adalah bentuk latihan kardiovaskular yang sangat baik. Jalan kaki adalah pilihan cerdas jika Anda baru memulai berolahraga. Tapi saat ingin menurunkan berat badan atau membakar kalori lebih banyak, maka cobalah berlari.
Jika Anda pemula dalam berlari, mulailah dengan selang-seling antara berjalan dan berlari.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia