News / Internasional
Selasa, 21 Juli 2026 | 07:00 WIB
Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Senin (20/7/2026) waktu setempat, memicu eskalasi baru di Timur Tengah. [NY Post]
Baca 10 detik
  • Amerika Serikat menyerang fasilitas militer Iran pada 20 Juli 2026 sebagai balasan atas tewasnya tiga tentara mereka.
  • Serangan tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengganggu jalur pelayaran internasional, khususnya di wilayah Selat Hormuz.
  • Konflik meluas ke sejumlah negara Timur Tengah setelah eskalasi militer terjadi di Yordania, Irak, Bahrain, dan Kuwait.

Suara.com - Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Senin (20/7/2026) waktu setempat, memicu eskalasi baru di Timur Tengah.

Langkah ini diambil hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump memperingatkan Teheran akan menghadapi konsekuensi besar atas kematian tiga tentara AS.

Trump menegaskan bahwa dirinya telah memberi instruksi langsung kepada petinggi militer untuk merespons setiap ancaman lanjutan dari Iran.

“Setiap kali Iran membunuh tentara Amerika, mereka akan membayar berkali-kali lipat,” tulis Trump di platform Truth Social.

Tiga tentara AS dilaporkan tewas dalam dua insiden terpisah di kawasan Timur Tengah.

Ilustarsi tentara AS [Brookings.edu]

Dua di antaranya gugur akibat serangan rudal dan drone di pangkalan militer di Yordania, sementara satu lainnya tewas di Irak utara saat menjinakkan bahan peledak yang diduga berasal dari Iran.

Dengan tambahan korban tersebut, total tentara Amerika yang tewas sejak konflik memanas mencapai 17 orang.

Pentagon juga mencatat hampir 100 personel mengalami luka-luka sejak 7 Juli, sebagian besar akibat ledakan.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa serangan terbaru menargetkan fasilitas militer Iran.

Baca Juga: Amerika Bom Iran, Rupiah Tersungkur

Operasi ini disebut bertujuan melemahkan kemampuan Teheran dalam mengganggu jalur pelayaran internasional, khususnya di Selat Hormuz.

Di tengah ketegangan, Trump juga menyatakan dukungannya kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Trump bahkan menegaskan bahwa Netanyahu tidak akan ditangkap selama berada di wilayah Amerika Serikat.

“Dia sedang melawan Republik Islam Iran,” ujar Trump.

Konflik ini turut meluas ke berbagai titik di Timur Tengah. Kuwait melaporkan serangan terhadap fasilitas listrik dan desalinasi, sementara Bahrain mengklaim berhasil mencegat sejumlah proyektil yang mengarah ke wilayahnya.

Di sisi lain, Yordania menyatakan berhasil menembak jatuh beberapa rudal Iran yang melintasi wilayah udaranya.

Israel juga mengonfirmasi telah mencegat rudal yang mengarah ke kawasan dekat Eilat di Laut Merah.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memperingatkan bahwa negaranya siap merespons dengan kekuatan penuh jika kembali diserang.

Load More