Suara.com - Sakit tenggorokan biasanya disertai rasa kering atau gatal di bagian tenggorokan. Umumnya, kondisi ini bisa sembuh dengan sendiri, tapi Anda tetap memerlukan obat untuk sakit tenggorokan.
Karena, kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi atau faktor lingkungan, seperti udara kering. Meskipun bukan masalah berbahaya, sakit tenggorokan bisa mengganggu aktivitas harian dan membuat seseorang tidak percaya diri.
Anda bisa memanfaatkan bahan-bahan dapur atau perawatan rumahan untuk obat sakit tenggorokan. Dilansir dari Healthline, pengobatan rumahan ini sudah dipercaya ampuh meredakan nyeri dan iritasi.
Madu
Madu yang dicampur dengan teh salah satu pengobatan rumahan yang ampuh mengatasi sakit tenggorokan. Satu studi menemukan bahwa madu lebih efektif dalam meredakan batuk di malam hari. Selain itu, madu juga bisa menyembuhkan luka dan sakit tenggorokan lebih cepat.
Air garam
Kumur air garam sudah dipercaya sebagai obat untuk sakit tenggorokan yang ampuh. Karena, cara ini bisa membantu membunuh bakteri di tenggorokan dan memecah sekresi.
Buatlah larutan air garam dengan setengah sendok teh garam dalam segelas penuh air hangat. Berkumur bisa membantu mengurangi pembengkakan dan menjaga kebersihan tenggorokan.
Peppermint
Baca Juga: Studi: Anak Muda Jadi Kelompok Paling Banyak Tularkan Virus Corona
Peppermint yang bisa menyegarkan napas juga ampuh sebagai obat sakit tenggorokan. Karena, peppermint mengandung mentol yang membantu mengencerkan lendir dan meredakan sakit tenggorokan serta batuk.
Peppermint juga memiliki sifat anti-inflamasi, antibakteri dan antivirus, yang dapat mendorong penyembuhan.
Soda kue
Kumur soda kue juga termasuk obat untuk sakit tenggorokan yang bisa dilakukan di rumah. Larutan ini bisa membantu membunuh bakteri dan mencegah pertumbuhan ragi serta jamur.
Institut Kanker Nasional merekomendasikan campuran 1 cangkir air hangat, 1/4 sendok teh soda kue dan 1.8 sendok teh garam.
Bawang putih
Bawang putih juga memiliki sifat antibakteri alami, mengandung allicin yang bisa melawan infeksi. Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih bisa membantu mencegah virus flu biasa.
Anda bisa mengisap bawang putih untuk mengobati sakit tenggorokan. Karena, bawang putih memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk antimikroba.
Berita Terkait
-
Breakingnews! Jordi Amat Mendadak Terserang Penyakit Akut
-
Sakit Tenggorokan Lebih dari 3 Minggu Pertanda Gejala Kanker? Ini Penjelasan Dokter
-
Gak Bikin Tenggorokan Sakit, Ini 5 Menu Takjil Sehat untuk Buka Puasa
-
Jadi Gejala Awal Flu, Begini Cara Tepat Atasi Sakit Tenggorokan
-
5 Cara Ampuh Mengatasi Gejala Awal Sakit Tenggorokan
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien