3. Mengatakan semua orang membicarakannya di belakang
"Karena semua orang bisa kelihatannya teman, padahal di belakang ngomongin," ujar sulung dari 11 bersaudara ini.
Hal yang ditekankan Poppy selanjutnya adalah kata "semua orang" yang diucapkan Atta.
"Hati-hati lho Atta, aku agak khawatir kalau kamu mempunyai keyakinan seperti itu, karena kamu bilang semua, berarti pada saat kamu pergi, bisa jadi kamu beranggapan semua orang ngomongin kamu," ungkapnya.
4. Merasa gelisah dan butuh kekuatan
Selanjutnya, Poppy juga mengatakan pada saat Atta mengatakan "Itu banyak yang kaya gitu," sambil menarik napas dan mengganti posisi duduk, lalu memegang handphonenya, ada sebuah kegelisahan. Atta juga sempat memegang kedua kakinya yang berarti butuh kekuatan.
"Berarti Atta punya pengalaman yang tidak enak seperti itu. Kalau tidak diprogram ulang, kamu akan kesepian karena tidak punya teman. Kalau kamu berpikir seperti itu, ke mana pun pergi, kamu akan merasa sepi," pungkas Popp
5. Perspektif Atta tentang teman sejati
Berbicara mengenai teman sejati, Atta Halilintar punya pendapat sendiri.
Baca Juga: Happy Hariadi Laporkan Ayah Atta Halilintar atas Saran Seto Mulyadi
"Jadi, menurut aku teman sejati adalah teman yang support di kala kita susah dan senang. Di kala salah tuh kita dikasih saran dengan baik," ujar Atta pada Fenny Rose.
Poppy mengatakan, ini adalah sebuah gambaran dari proses pendewasaan yang Atta miliki terhadap perspektifnya melihat lingkungan pertemanan.
"Atta berpikir bahwa temen yang baik kasih saran di saat salah dengan baik walau menyakitkan. Sahabat sejati itu kalau ada temannya salah ya di feedback dikasih tahu supaya kalau temennya salah, dia mau mengubah keadaannya," tambah Poppy lagi.
6. Merasa dimanfaatkan oleh seorang teman
Menurut Atta, teman sejati juga bukanlah seseorang yang memanfaatkan. Di saat berbicata seperti ini, terlihat Atta memindahkan tangannya ke bagian kiri kakinya. Sama seperti tadi, kata Poppy, Atta seakan membutuhkan kekuatan,
"Dia berpikir, "Aduh kenapa sih teman saya harus memanfaatkan saya". Jadi tubuhnya memberikan info tersebut," kata dia.
7. Merasa sedih saat ada teman yang memanfaatkannya
Atta juga mengatakan, bahwa mencari teman itu sulit, apalagi teman yang baik. Hal ini, lanjut Poppy adalah sebuah kesimpulan yang ia yakini.
"Kalau kesimpulan itu menjadi keyakinan kamu, kembali lagi saya sampaikan itu akan terjadi dengan diri kamu. Bahwa mencari teman itu susah, sambil tangan masih tetap berada di sebelah kiri dan menunduk ke bawah. Ya artinya ada pengalaman emosional, ada kesedihan. Kemudia menyayangi diri sendiri dan butuh kekuatan pada saat berbicara mengenai teman yang memanfaatkannya," rinci Poppy.
8. Menutupi kesedihan dengan tawa
Saat Fenny Rose bertanya berapa jumlah teman Atta, ia menjawabnya dengan tawa. Namun menurut Poppy, ini adalah tawa yang berbeda. Tersirat kesedihan yang mendalam dengan kondisi tersebut.
"Lalu tangannya meng-cover, satunya lagi ditaruh belakang. Jadi masih ada yang dicover tentang dirinya, tidak open tertawanya," jelasnya.
9. Merindukan waktu bersama teman
Inilah yang membuat Poppy melihat ada sebuah kesedihan di sana. Tapi, harus dipahami, bahwa hal ini karena Atta memang tak memiliki waktu untuk bermain-main, karena sejak kecil sudah bekerja keras.
"Orang-orang yang bekerja keras seperti itu kehilangan waktu untuk sekadar diskusi atau ngobrol-ngobrol, karena ya tadi diisi dengan "apa abis ini?" yang kadang kala tidak memiliki waktu untuk me time-nya sendiri. Nah, inilah yang ia rindukan," urai Poppy panjang lebar.
Apalagi, sambung Poppy, manusia pada dasarnya ingin menciptakan sebuah keseimbangan. Ingin memiliki waktu untuk dirinya sendiri, keluarga dan teman-teman.
10. Mulailah berubah untuk menyeimbangkan diri
Untuk mendapatkan keseimbangn tersebut, Poppy menyarankan Atta untuk mengalokasikan waktu bersama teman melakukan hal-hal yang menyenangkan, misalnya yang berhubungan dengan hobinya.
"Ini adalah suatu hal yang menarik, yang bagus buat kamu untuk menyeimbangkan keadaan diri kamu secara psikologis," tutup dia.
Ingin tahu video selengkapnya? Klik di sini.
Berita Terkait
-
Jadi Korban Rasisme di Piala Dunia 2026, Respons Berkelas YouTuber Korea inoCat
-
Jadi Korban Rasisme di Piala Dunia 2026, FIFA Undang YouTuber Korsel Nonton Korea Selatan vs Meksiko
-
Azura Anak Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Dilarikan ke UGD Usai Jatuh dari Ketinggian
-
Kasus Whip Pink Seret Influencer ZNM dan YouTuber RV, Ketua Patron Bilang Begini
-
Influencer ZNM dan YouTuber RV Dijemput Paksa Polisi Terkait Kasus Whip Pink, Siapa?
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat