Suara.com - Susu mengandung nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh, tidak hanya kalsium, tetapi juga protein, vitamin B12, dan riboflavin. Inilah sebabnya mengonsumsi susu sangat direkomendasikan oleh ahli gizi.
Namun, terlalu banyak mengonsumsi susu bisa membahayakan tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan terlalu banyak minum susu dapat meningkatkan risiko terkena jenis kanker tertentu.
Menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat, orang yang berusia di atas 9 tahun dapat minum tiga cangkir susu per hari.
Dilansir The Health Site, berikut empat efek samping minum susu lebih banyak dari yang butuhkan tubuh:
Masalah gastrointestinal
Susu dapat membantu Anda merasa kenyang, tetapi jika terlalu banyak susu dapat menganggu pencernaan dan menyebabkan masalah gastrointestinal.
Terlalu banyak susu dapat membuat Anda merasa kembung, mual, atau tidak nyaman.
Sindrom 'usus bocor'
Apabila tubuh tidak cosok dengan susu, akibatnya bisa mengalami sindrom 'usus bocor', yang dapat menyebabkan kelelahan kronis dan tubuh lesu.
Baca Juga: Studi Terbaru Ungkap Asal-Usul Kalsium Pembentuk Tulang dan Gigi Manusia
Sindrom ini terjadi ketika bakteri dan racun dari saluran pencernaan memasuki aliran darah lewat celah dinding usus.
Terkadang protein beta-kasein A1 yang ditemukan dalam susu dapat menyebabkan peradangan bersama dengan lapisan usus dan mengganggu keseimbangan mikroba.
Itulah alasan mengapa varian susu A2 direkomendasikan untuk orang yang menderita alergi susu.
Jerawat
Jika bercak merah atau ruam muncul terlalu sering di wajah, periksa berapa banyak susu yang Anda konsumsi setiap hari. Bahan kimia tertentu yang ada dalam susu dapat menyebabkan peradangan.
Beberapa ahli juga mengatakan mengonsumsi susu penuh lemak dan utuh dapat meningkatkan masalah kulit dan jerawat. Jerawat karena asupan susu yang berlebihan mungkin lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria.
Tulang rapuh dan kepadatan berkurang
Kalsium dalam susu baik untuk membangun tulang yang lebih kuat, tapi memiliki kalsium yang lebih dari jumlah yang dibutuhkan sebenarnya dapat menyebabkan tulang rapuh dan kepadatan berkurang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien