Suara.com - Usai pelonggaran pembatasan di negara bagian di India, jumlah kasus infeksi virus corona baru di India naik menjadi hampir 3,8 juta pada Rabu.
Dikutip dari ANTARA, India melaporkan 78.357 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Sehingga total kasus Covid-19 negara itu mencapai 3.769.523, dan 66.333 orang tewas akibat virus corona baru itu, menurut data kesehatan federal.
Hingga kini, kasus Covid-19 India merupakan tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Brazil, dan akan menyusul dalam beberapa hari berdasarkan tren kenaikan kasus harian saat ini.
Perdana Menteri Narendra Modi memerintahkan penguncian nasional pada Maret ketika negara itu melaporkan kurang dari 100 kasus harian Covid-19.
India sempat mendapat pujian dari beberapa ahli karena tindakan awal tersebut. Tetapi kemudian mendapat peringatan dari yang lainnya karena pembatasan telah diberlakukan terlalu cepat.
Seiring dengan pelonggaran, Kepala pemerintah daerah Goa, tujuan wisata populer di India telah dites dan dinyatakan positif terjangkit virus corona baru.
"Mereka yang melakukan kontak dekat dengan saya disarankan untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan," kata Pramod Sawant dalam sebuah tweet melalui akun Twitter-nya.
Sawant merupakan anggota Partai Bharatiya Janata, yakni partai yang berkuasa pendukung PM Modi.
Pihak berwenang di ibu kota New Delhi dijadwalkan bertemu pada Rabu malam untuk membahas pembukaan kembali kereta metro kota itu, meskipun kasus baru COVID-19 di sana berada pada tingkat tertinggi selama dua bulan.
Baca Juga: Vaksin Covid-19 Gratis Cuma Buat Pemegang BPJS Miskin
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?