Suara.com - Perusahaan farmasi AstraZeneca mengumumkan akan menunda studi uji vaksin Covid-19 eksperimental di Amerika Serikat (AS) akibat salah seorang peserta studi di Inggris mengalami reaksi buruk.
Penundaan ini menyusul proses peninjauan data keamanan vaksin, kata juru bicara perusahaan.
"Ini adalah tindakan rutin yang harus dilakukan setiap kali ada penyakit yang berpotensi tidak dapat dijelaskan terjadi di salah satu uji coba, saat sedang diselidiki, untuk memastikan kami menjaga integritas uji coba," ujar pihak perusahaan.
Reaksi buruk yang dicurigai sebagai sesuatu yang serius ini minumbulkan gejala yang memerlukan rawat inap, penyakit yang mengancam jiwa dan bahkan kematian.
Namun, berdasarkan laporan Fox News, perusahaan tidak menyebutkan reaksi seperti apa yang dialami peserta.
Reaksi merugikan diduga terjadi dalam uji coba Fase 2/3 yang sedang berlangsung di Inggris.
Minggu lalu, AstraZeneca telah mengumumkan bahwa kandidat vaksin Covid-19 mereka memasuki tahap pengujian akhir di AS.
Perusahaan yang berbasis di Cambridge, Inggris, ini juga mengatakan mereka akan melibatkan 30.000 orang dewasa dari kelompok ras, etnis, dan geografis dalam uji klinis vaksin.
Mereka juga telah mengungkapkan bahwa vaksin yang dikenal sebagai AZD1222 ini dapat mencegah perkembangan penyakit dengan membangun antibodi monoklonal yang dapat memblokir virus SARS-CoV-2 agar tidak mengikat sel inang.
Baca Juga: Memutus Rantai Kekerasan Tersembunyi di Balik Pandemi Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak