Suara.com - Perusahaan farmasi AstraZeneca mengumumkan akan menunda studi uji vaksin Covid-19 eksperimental di Amerika Serikat (AS) akibat salah seorang peserta studi di Inggris mengalami reaksi buruk.
Penundaan ini menyusul proses peninjauan data keamanan vaksin, kata juru bicara perusahaan.
"Ini adalah tindakan rutin yang harus dilakukan setiap kali ada penyakit yang berpotensi tidak dapat dijelaskan terjadi di salah satu uji coba, saat sedang diselidiki, untuk memastikan kami menjaga integritas uji coba," ujar pihak perusahaan.
Reaksi buruk yang dicurigai sebagai sesuatu yang serius ini minumbulkan gejala yang memerlukan rawat inap, penyakit yang mengancam jiwa dan bahkan kematian.
Namun, berdasarkan laporan Fox News, perusahaan tidak menyebutkan reaksi seperti apa yang dialami peserta.
Reaksi merugikan diduga terjadi dalam uji coba Fase 2/3 yang sedang berlangsung di Inggris.
Minggu lalu, AstraZeneca telah mengumumkan bahwa kandidat vaksin Covid-19 mereka memasuki tahap pengujian akhir di AS.
Perusahaan yang berbasis di Cambridge, Inggris, ini juga mengatakan mereka akan melibatkan 30.000 orang dewasa dari kelompok ras, etnis, dan geografis dalam uji klinis vaksin.
Mereka juga telah mengungkapkan bahwa vaksin yang dikenal sebagai AZD1222 ini dapat mencegah perkembangan penyakit dengan membangun antibodi monoklonal yang dapat memblokir virus SARS-CoV-2 agar tidak mengikat sel inang.
Baca Juga: Memutus Rantai Kekerasan Tersembunyi di Balik Pandemi Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance