Suara.com - Pembelajaran tentang keanekaragaman hayati Indonesia masuk ke dalam jadwal belajar TVRI hari ini, Rabu 16 September 2020.
Lewat tayangan ini, siswa-siswi bisa belajar tentang keanekaragaman hayati Indonesia dan pemanfaatannya.
Program Belajar dari Rumah yang ditayangkan setiap hari di Stasiun TVRI Nasional merupakan upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan kini dihadirkan melalui Program Belajar dari Rumah.
Kebijakan siaran belajar dari rumah yang ditayangkan di stasiun TVRI Nasional telah diterapkan sejak Senin, 13 April 2020.
Pada Senin hingga Jumat, Program belajar dimulai pada pagi hari dengan materi yang dikhususkan untuk tingkatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Kemudian akan dilanjutkan untuk materi pembelajaran tingkat SD hingga SMA, pada siang hari.
Berikut Jadwal Belajar dari Rumah TVRI dan link live streaming untuk hari ini, Rabu 16 September 2020:
- 08.00 - 08.30 WIB (PAUD) Ada Apa di Sekitarmu
- 08.30 - 09.00 WIB (SD Kelas 1-3) Sahabat Pelangi: Untuk Guruku Tersayang
- 09.00 - 09.30 WIB (SD Kelas 4-6) Profesi dan Jenis Usaha
- 09.30 - 10.00 WIB (SMP) Keanekaragaman Hayati Indonesia
- 10.00 - 10.05 WIB Bahasa Inggris: Kapankah Aku Memulai
- 10.05 - 10.30 WIB (SMA/SMK) Kerajaan Hindu dan Budha
- 10.30 - 11.00 WIB Keluarga Indonesia: Pencegahan Stunting
Jadwal ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan penyiaran TVRI dan Kemendikbud. Perubahan jadwal akan diinformasikan lebih lanjut.
Bila ingin menonton program Belajar dari Rumah yang ditayangkan TVRI Nasional, bisa mengklik link live streamingnya di sini atau klik di sini.
Baca Juga: Gawat! Perubahan Iklim Bisa Bikin Keanekaragaman Hayati Punah pada 2030
Berita Terkait
-
Ketika Sistem Gagal Melindungi Korban: Dilema Moral Teach You a Lesson
-
Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027, Kebutuhan Sertifikasi Internasional Ikut Meningkat
-
Guru Keluhkan MBG Ganggu KBM, Pembagian Makanan hingga Ompreng Sita Waktu Belajar
-
Tak Harus Jadi Peneliti: Bagaimana Citizen Science Ajak Warga Dokumentasikan Keanekaragaman Hayati?
-
Paket Datang, Bahaya Tak Terbilang: Sisi Gelap Sampah Belanja Online
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens