Suara.com - Tubuh manusia membutuhkan asupan yang mengandung zat makro serta zat mikro. Keduanya memiliki kadar kebutuhan juga manfaat yang berbeda bagi kesehatan tubuh.
Pemerhati kesehatan sekaligus seorang dokter, Lula Kamal menjelaskan bahwa yang dimaksud zat gizi makro adalah karbohidrat, protein, dan lemak. Sedangkan zat gizi mikro memiliki bentuk yang lebih kompleks seperti vitamin dan mineral.
Sesuai namanya, asupan zat gizi mikro hanya dibutuhkan sedikit oleh tubuh. Sayangnya seringkali terlupakan.
"Namanya juga mikro butuhnya sedikit banget, tapi kebutuhannya penting banget. Kalau kurang, organ tubuh gak optimal," jelas Lula dalam webinar peluncuran Nestle Ideal, Rabu (16/9/2020).
Kandungan vitamin, kalsium, dan zat besi juga termasuk dalam jenis zat gizi mikro. Lula menyampaikan, kecukupan ketiganya juga sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh.
"Mulai dari 80 persen kurangnya, bisa juga kalsium. Kalsium larinya nanti ke tulang gigi, gusi, dan juga masa otot," jelasnya.
Sedangkan zat besi yang membantu pembentukan darah. Lula memaparkan bahwa darah berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika kekurangan zat besi maka asupan oksigen juga akan turut berdampak. "Jadi kurang energi karena seluruh tubuh kurang juga oksigen," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru