Suara.com - Pengendalian Covid-19 di India masih jauh dari harapan, setelah laporan terbaru menyebut total kasus Covid-19 di India melampaui 6,3 juta pada Kamis (1/10/2020).
Dilansir Anadolu Agency, Kementerian Kesehatan India mengumumkan ada 86.821 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir, sehingga total kasus mencapai 6.312.584.
Dalam periode yang sama, sebanyak 1.181 kematian juga tercatat di negara itu.
Sejauh ini, 98.678 pasien meninggal akibat Covid-19.
Pada Rabu, India mengumumkan bahwa bioskop diizinkan untuk beroperasi kembali mulai 15 Oktober dengan 50 persen kapasitas penonton.
India telah memberlakukan lockdown sejak Maret untuk mencegah penyebaran virus korona.
Kemudian, pada Juni, negara itu melanjutkan kegiatan ekonomi secara bertahap.
Saat ini India adalah negara dengan total kasus Covid-19 terbanyak kedua di dunia setelah Amerika Serikat.
Indonesia Impor Obat Covid-19 dari India
Baca Juga: Dokter Ortopedi: Virus Corona Covid-19 Seperti Hantu, Tidak Terdeteksi
Meski jumlah kasus tinggi, India sejatinya merupakan salah satu pengekspor obat dan alat kesehatan terbanyak untuk Indonesia.
Bahkan baru-baru ini, perusahaan farmasi asal Indonesia, PT Kalbe Farma, TBK, mengimpor remdesivir untuk pasien Covid-19.
Obat tersebut diproduksi oleh PT Amarox Global Pharma di India dan bekerja sama dengan PT Kalbe Farma Tbk untuk proses distribusi. Untuk proses awal, Remdesifir akan diuji coba terhadap 25 pasien Covid-19 di RSUP Persahabatan, Jakarta.
Dokter spesialis paru-paru dr. Erlina Burhan M.Sc., menyampaikan, kriteria pasien yang akan diuji coba harus berusia 18 tahun ke atas.
Kemudian positif terkonfirmasi Covid-19 dan dalam kondisi berat ditunjukan dengan saturasi oksigen di bawah 94 persen juga menggunakan ventilator mekanik.
"Keluarga harus bersedia menandatangani persetujuan pasien mengikuti penelitian," jelas Erlina.
Namun obat itu tidak bisa diberikan kepada pasien yang memiliki riwayat alergi tertentu juga memiliki kelainan pada liver dan ginjal, lanjut Erlina. Sebab, remdesivir memiliki efek samping yang tidak baik terhadap liver dan ginjal.
Sementara itu, Country Manager PT Amarox Global Pharma Sandeep Sur menyampaikan bahwa obat itu juga sudah digunakan di India dan terjual sebanyak 1 juta lebih produk obat. Terkait harga, Sandeep menyampaikan bahwa obat dijual dalam bentu per dosis.
"Harga saat ini sekitar Rp 3 juta. Sebelumnya ini sangat tergantung dengan volume (obat) kalau meningkat harga bisa ditinjau kembali. Semua sudah di approve oleh BPOM," ujarnya.
Berita Terkait
-
Writing with Fire Bukan Film, Mengulik Orang-Orang yang Menolak Dibungkam
-
10 Hari Jelang Kick-off Warga India Akhirnya Bisa Nonton Piala Dunia 2026 tapi...
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Sinopsis House of Secrets: The Burari Deaths, Kisah Nyata 11 Anggota Keluarga India Tewas Misterius
-
Viral Warga India Panik Gegara Patung Messi Setinggi 21 Meter Tiba-tiba Bergoyang
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir
-
Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu