Suara.com - Makanan yang dikonsumsi tentu memainkan peran dalam kesehatan jantung Anda. Sebab, makanan tertentu dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri, mengakibatkan aterosklerosis.
Banyak yang masih percaya bahwa orang dengan kolesterol tinggi perlu menjauhi telur karena mengandung banyak kolesterol.
Dilansir Insider, konsultan nutrisi untuk Academy of Nutrition and Dietetics, Sonya Angelone, mengatakan ada sekitar 186 miligram kolesterol dalam satu butir telur, semuanya terkonsentrasi di dalam kuning telurnya.
Namun, studi 2020 yang terbit di British Medical Journal menemukan orang yang makan sekitar satu telur per hari tidak lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner atau stroke dibandingkan orang yang tidak mengonsumsinya.
Jadi berdasarkan studi tersebut, ahli gizi Carrie Ruxton, PhD, mencatat telur tidak menimbulkan risiko terhadap kadar kolesterol dalam darah.
Sebaliknya, kadar kolesterol lebih dipengaruhi oleh lemak jenuh dan lemak trans daripada kandungan kolesterol alami dalam makanan, kata para ahli.
Hati akan mengubah lemak jenuh dan lemak trans menjadi kolesterol, yang membuat ahli gizi percaya bahwa kedua lemak tersebut lebih buruk daripada kolesterol dalam makanan.
Kombinasi makanan, seperti telur, sosis, dan roti bakar mentega, tinggi lemak jenuh dan trans, catat Angelone.
Jadi, ketika telur tidak begitu berpengaruh pada penigkatan kadar kolesterol di dalam darah, lauk lainnya mungkin lebih berdampak buruk pada kesehatan.
Baca Juga: Makanan Kikil Mengandung Kolesterol Tinggi, Mitos atau Fakta?
"Bahkan, jika Anda tidak mengonsumsi (makanan yang mengandung) kolesterol, kadar kolesterol masih bisa meningkat jika pola makan Anda tinggi lemak jenuh atau lemak trans," katanya.
Angelone mengingatkan bahwa telur bisa masuk ke kategori makanan sehat, dan akan tetap aman jika mengonsumsinya sekitar empat telur per minggu.
Namun, apabila masih khawatir dengan kolesterol tinggi, Angelone menyarankan untuk berbicara dengan dokter tentang pola makan terbaik bagi Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi