News / Nasional
Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:24 WIB
Karhutla di Desa Pulau Serdang, Kecamatan Simpang Kanan, Rokan Hilir diperkirakan mencapai 7 hektare. [Antara/HO-Manggala Agni]
Baca 10 detik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mendeteksi 198 titik panas di Provinsi Riau pada hari Minggu.
  • Kabupaten Indragiri Hulu mencatatkan jumlah titik panas terbanyak di wilayah Riau dengan 98 titik.
  • Kebakaran hutan dan lahan melanda beberapa wilayah di Riau dengan total luasan mencapai 124 hektare.

Suara.com - Sebanyak 198 titik panas (hotspot) terdeteksi di Provinsi Riau berdasarkan pemantauan terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru. Jumlah tersebut menempatkan Riau sebagai provinsi dengan titik panas terbanyak kedua di Pulau Sumatra.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Putri Santy S mengatakan total terdapat 1.195 titik panas yang terpantau di Pulau Sumatra. Provinsi Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan 454 titik, disusul Riau.

"Total ada 1.195 titik panas di Sumatra. Riau menyumbang 198 titik," kata dia dalam keterangan di Pekanbaru, Minggu.

Di bawah Riau, jumlah titik panas tersebar di sejumlah provinsi lainnya, yakni Lampung 127 titik, Jambi 116 titik, Sumatera Utara 59 titik, Sumatera Barat 43 titik, Bengkulu 17 titik, Bangka Belitung 15 titik, Kepulauan Riau 12 titik, dan Aceh 11 titik.

Inhu Jadi Penyumbang Hotspot Terbanyak

Di Riau, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi. Sebanyak 98 hotspot terdeteksi di wilayah tersebut.

Kabupaten Bengkalis menyusul dengan 38 titik dan Rokan Hilir 28 titik.

Sementara itu, hotspot lainnya tersebar di Indragiri Hilir dan Rokan Hulu masing-masing delapan titik, Siak enam titik, Kota Dumai lima titik, Pelalawan empat titik, serta Kepulauan Meranti, Kampar, dan Kuantan Singingi masing-masing satu titik.

Tingginya jumlah titik panas tersebut terjadi ketika sejumlah wilayah Riau masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Saat ini, upaya pemadaman dilakukan di beberapa lokasi yang mengalami kebakaran dengan luasan cukup signifikan.

Baca Juga: Karhutla Bromo Sulit Dipadamkan, Tiga Helikopter Sudah 17 Kali Water Bombing

Karhutla di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, misalnya, telah membakar lahan sekitar 64 hektare.

Kebakaran juga terjadi di Desa Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, dengan luas lahan yang terbakar mencapai 50 hektare.

Sementara itu, di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, kebakaran lahan tercatat mencapai sekitar 10 hektare.

Jika digabungkan, luas lahan yang terbakar di tiga lokasi tersebut mencapai sedikitnya 124 hektare.

Kondisi tersebut menunjukkan ancaman karhutla di Riau masih perlu diwaspadai, terutama di tengah tingginya jumlah titik panas yang terdeteksi BMKG di berbagai wilayah.

Load More