Suara.com - Berdasarkan penelitian oleh ilmuwan Australia, virus corona Covid-19 dapat hidup di permukaan benda hingga 28 hari, termasuk uang kertas dan kaca.
Berbeda dengan virus corona Covid-19, virus influenza memiliki daya tahan hidup yang jauh lebih singkat, yaitu hanya dua hari di permukaan keras.
"Virus flu bertahan selama 24 hingga 48 jam pada baja tahan karat dan plastik," kata Kelly Reynolds, ahli mikrobiologi di Zuckerman College of Public Health, Universitas Arizona.
Sedangkan pada kain, virus flu hidup 8 hingga 12 jam. Menurut Reynold, kemungkinan ini dikarenakan kain lebih berpori.
Pada kulit, virus penyebab penyakit flu musiman ini dapat bertahan selama lima menit. Sebab, kulit menghasilkan zat antimikroba yang membantu membunuh kuman dan melindungi dari infeksi.
Namun, virus akan lebih lama hidup jika terbungkus lendir. Artinya, ketika Anda bersin ke tangan, droplet akan menyebabkan kontaminasi yang lebih besar daripada sekadar menyentuh benda.
Dilansir Insider, virus influenza sangat menular, terutama pada hari ketiga dan keempat saat seseorang sakit. Namun, bukan berarti penderita akan selalu menunjukkan gejala saat ini terjadi.
"Masalahnya, Anda bisa tertular sehari sebelum mengalami gejala," jelas Jessica Grayson, MD, asisten profesor di departemen otolaringologi di Universitas Alabama di Birmingham.
Artinya, seorang yang membawa virus dapat menularkannya bahkan sebelum ia tahu dirinya sudah terinfeksi. Terlebih ketika tidak memakai masker atau menutup hidung dan mulut.
Baca Juga: Awas! Virus Corona Bisa Bertahan di Permukaan Kulit Hingga Sembilan Jam
"Anda bisa saja bersin dan tidak berpikir untuk menutupi mulut atau menyentuh permukaan atau mengelapnya. Anda bisa menyebarkannya, bahkan, sebelum tahu bahwa Anda terinfeksi," kata Grayson.
Setelah mengalami gejala, penderita akan tetap menular hingga sekitar seminggu, atau lebih lama jika memiliki sistem kekebalan yang lemah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang