Suara.com - Selama pandemi Covid-19 berlangsung, masker adalah benda wajib yang harus dipakai saat keluar rumah. Termasuk untuk Anda yang ingin segera kembali ke gym, masker harus tetap digunakan.
Mungkin ada kekhawatiran bahwa akan timbul masalah pernapasan saat berolahraga berat dengan menggunakan masker, namun penelitian menunjukkan bahwa masker tidak mengganggu latihan fisik Anda.
Dilansir dari Medical Daily, penelitian yang terbit 3 November lalu oleh Peneliti di University of Saskatchewan di Saskatoon, Kanada, menemukan bahwa masker tidak memiliki efek berbahaya saat berpartisipasi dalam olahraga berat.
Studi ini terdiri dari 14 pria dan wanita yang aktif secara fisik dan sehat. Peserta memulai dengan istirahat 5 menit kemudian pemanasan 5 menit dengan sepeda statis. Semua partisipan dimonitor dengan alat ukur non-invasif.
Tes latihan ini mengharuskan peserta untuk meningkatkan intensitas secara progresif sambil mempertahankan laju pedal. Begitu mereka mematahkan laju pedal, tes berakhir.
Ini diulangi tiga kali; sekali memakai masker bedah, sekali dengan masker kain tiga lapis dan sekali tanpa masker. Sepanjang setiap tes, kadar oksigen darah dan otot peserta dicatat. Denyut jantung, saturasi oksigen, dan peringkat aktivitas yang dirasakan dicatat setiap 30 detik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu kelelahan dan daya puncak yang dicapai tidak berbeda untuk kedua jenis masker wajah dibandingkan dengan kondisi tanpa masker. Tingkat saturasi oksigen saat berolahraga dengan masker pun tidak berbeda dengan data yang dikumpulkan dari olahraga tanpa masker.
Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa memakai masker bedah atau kain tidak membuat perbedaan kinerja selama latihan yang semakin intens.
Sebuah studi lain yang dilakukan oleh USask memberikan bukti bahwa memakai masker wajah saat berolahraga memiliki dampak minimal terhadap oksigenasi darah dan otot. Mayo Clinic mengatakan berolahraga dengan masker, dalam kondisi tertentu adalah aman.
Baca Juga: Bapak-bapak Makan Masker Wajah Mirip Masker, Publik: Lidahnya Auto Glowing!
Tapi masker bedah mungkin bukan pilihan terbaik untuk dipakai saat gym, karena keringat dapat mengurai bahan. Masker N95 juga tidak disarankan saat berolahraga karena terbukti meningkatkan kelembapan dan panas, sehingga sulit bernapas dengan cepat.
Untuk kasus pasien dengan asma, penyakit paru-paru atau penyakit paru obstruktif kronik tidak dianjurkan untuk berolahraga dengan menggunakan masker. Maka dari itu, lebih disarankan untuk berolahraga di rumah saja.
Tapi perlu dicatat, jika Anda mengalami pusing, mengantuk, letih, sakit kepala atau lemas saat berolahraga dengan masker wajah, sebaiknya berhenti sampai sakit mereda.
Jika memungkinkan, lepaskan masker dan tarik napas perlahan untuk mengurangi stres pada paru-paru dan jantung Anda. Jika gejala Anda memburuk atau berlanjut, cari bantuan medis.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi