Suara.com - Pasangan Ajun Perwira dan Jennifer Jill yang punya selisih usia 17 tahun tak ragu mengumbar kehidupan seksual mereka.
Meski Jennifer Jill jauh lebih tua daripada Ajun Perwira, tapi staminanya dalam berhubungan seksual justru mampu mengalahkan suaminya.
Ajun Perwira pun mengakui bahwa Jennifer Jill adalah orang yang kecanduan seks. Tapi, hal itu justru membuat Ajun Perwira senang berhubungan seks dengan Jennifer Jill.
"Tapi mami hiperseks nggak?” tanya Nikita Mirzani melalui channel YouTube Crazy Nikmir Real, Minggu (15/11/2020).
"Emm, hiperseks nggak sih gue?" jawab Jennifer Jill balik tanya ke sang suami.
"Iya," jawab Ajun Perwira dengan singkat.
Kecanduan seks disebut juga sebagai gangguan hiperseksual atau hiperseks, yang membuat seseorang memikirkan atau melakukan tindakan seksual secara terus-menerus, meningkat dan bisa berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari.
Berikut ini dilansir dari Hello Sehat, tanda-tanda seseorang kecanduan seks atau hiperseks.
1. Sering masturbasi
Baca Juga: Kenapa Harus Pakai Masker Usai Sembuh dari Virus Corona? Ini Alasannya!
Masturbasi memang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Tapi, masturbasi terlalu sering dan berlebihan bisa menjadi tanda kecanduan seks. Terlebih, bila Anda sering mengabaikan aktivitas lain hanya untuk masturbasi.
2. Cemas jika tidak melakukan hubungan seks dalam sehari
Orang yang kecanduan seks juga akan mudah cemas dan putus asa ketika hasrat seksualnya tidak tersalurkan, meskipun hanya sehari. Karena itu, mereka biasanya rela merogoh dompetnya untuk memuaskan hasrat seksualnya. Contohnya, membeli banyak kuota untuk menonton video porno.
3. Suka bereksplorasi
Orang yang kecanduan seks juga akan selalu mencari cara lain untuk memuaskan hasrat seksualnya. Contohnya, sering melakukan seks lewat telepon atau chatting, seks online hingga senang memperlihatkan alat kelaminnya di depan publik.
4. Terlibat dalam kasus kriminal seks
Orang kecanduan seks akan terus mencari cara baru yang lebih menantang untuk menyalurkan gairah seksualnya. Karena ini, mereka mungkin saja melakukan hal ekstrem yang memicu tindakan kriminalitas, seperti memperkosa hingga seks inses.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga