Tekno / Internet
Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:48 WIB
Ilustrasi keamanan siber. [Pexels]
Baca 10 detik
  • PT ITSEC Asia Tbk dan PT INTI berkolaborasi memperkuat pertahanan siber nasional berbasis kecerdasan buatan.
  • Kemitraan strategis ini bertujuan mengembangkan kapabilitas Security Operations Center untuk sektor pemerintahan dan BUMN.
  • Kedua perusahaan mendirikan ITSEC Cyber & AI Academy guna mencetak talenta ahli siber berkualitas.

Suara.com - Kesenjangan antara pesatnya adopsi teknologi dengan ketersediaan talenta ahli serta infrastruktur pertahanan siber yang mandiri menjadi celah kritis yang dapat mengancam kedaulatan data nasional.

Menghadapi dinamika ini, pendekatan konvensional dalam keamanan informasi tidak lagi mencukupi; diperlukan integrasi antara kecerdasan buatan (AI) dan sistem pemantauan aktif yang otonom.

Menjawab tantangan tersebut, emiten keamanan siber PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) resmi menggandeng raksasa teknologi pelat merah PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI.

Kolaborasi strategis ini tidak hanya bertujuan memperkuat sistem pertahanan siber di sektor pemerintahan, tetapi juga mendirikan ITSEC Cyber & AI Academy, sebuah inisiatif strategis untuk mencetak "pasukan elit" keamanan siber dan spesialis AI yang siap menghadapi ancaman masa depan.

Pusat Saraf Pertahanan: Pengembangan SOC Berbasis Kecerdasan Buatan

Inti dari kerja sama ini adalah eksplorasi pengembangan kapabilitas Security Operations Center (SOC) yang lebih mutakhir untuk kebutuhan BUMN dan lembaga pemerintah.

Berbeda dengan pusat pemantauan biasa, infrastruktur yang dikembangkan ini akan mengintegrasikan tenaga ahli teknis dengan solusi teknologi terbaru untuk mendeteksi serangan secara real-time sebelum dampak kerusakan meluas.

Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia, menekankan bahwa keamanan digital kini bukan lagi sekadar opsi, melainkan pondasi utama kelangsungan organisasi.

"Organisasi membutuhkan kemampuan untuk melindungi infrastruktur dan data mereka sekaligus memastikan adanya sumber daya manusia yang mampu mengelola keamanan tersebut. Melalui kerja sama dengan PT INTI, kami ingin mengeksplorasi bagaimana pengalaman dan kapabilitas ITSEC Asia dapat mendukung kebutuhan sektor BUMN dan pemerintahan," ujar Patrick Dannacher dalam keterangan resminya, Sabtu (25/7/2026).

Baca Juga: ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, AI Lokal yang Pangkas Penetration Testing Jadi Hitungan Jam

Membangun Ekosistem: Menutup Celah Talenta Siber dan AI

Salah satu inovasi paling progresif dari kolaborasi ini adalah peran ITSEC Cyber & AI Academy. Melalui lembaga ini, kurikulum keamanan siber tidak lagi hanya bersifat teoritis, melainkan berbasis pada tantangan nyata di lapangan (advancing dari learning ke doing).

Hal ini krusial mengingat penetrasi AI dalam serangan siber hanya bisa dilawan dengan pertahanan yang juga diperkuat oleh AI.

Herry Jasman, Direktur PT INTI (Persero), menegaskan bahwa sinergi ini merupakan langkah nyata dalam membangun ketahanan nasional di ruang siber.

"Keamanan siber telah menjadi fondasi penting dalam transformasi digital. Melalui kolaborasi dengan ITSEC Asia, PT INTI ingin memperkuat kapabilitas nasional dengan menghadirkan solusi keamanan siber yang lebih komprehensif, sekaligus membangun ekosistem yang mampu menjawab kebutuhan sektor pemerintah dan BUMN," kata Herry Jasman.

Relevansi Teknologi: Transformasi SDM Menjadi Aset Pertahanan

Load More