Suara.com - Dokter mengatakan orang yang tidak memakai masker setelah sembuh dari infeksi virus corona Covid-19 masih bisa menularkan penyakitnya ke orang lain. Karena, kekebalan yang dimilikinya dianggap masih membawa virus corona.
Selain berisiko menularkannya ke orang lain, mereka juga berisiko mengalami infeksi ulang virus corona Covid-19 meski sudah pernah dan dinyatakan sembuh.
Pakar kesehatan mengatakan masih belum kepastian mengenai lamanya kekebalan tubuh bertahan setelah terinfeksi virus corona dan sembuh.
Apalagi virus corona Covid-19 dikatakan masih bisa bertahan di saluran napas dan menyebar ke orang lain setelah terpapar ulang.
"Kemungkinan besar jika Anda terinfeksi sekali maka Anda lebih mungkin kebal terhadap infeksi kedua. Tapi, kekebalan terhadap infeksi tidak berarti Anda tidak bisa membawanya," jelas Dr Adi Shah, ahli penyakit menular di Mayo Clinic dikutip dari Fox News.
Dr Shah mengatakan seseorang masih bisa menularkan virusnya ke orang lain yang tidak memiliki kekebalan tersebut. Karena itu, orang yang sudah pernah terinfeksi dan sembuh tetap harus memakai masker.
Dr Dean Winslow, seorang dokter penyakit menular di Stanford Health Care, juga menunjukkan bahwa infeksi ulang mungkin saja terjadi. Tapi, kasus infeksi ulang ini sangat sedikit dan jarang terjadi di antara jutaan kasus virus corona Covid-19 di dunia.
Pada akhir Agustus 2020, Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis Covid-19 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), membahas infeksi ulang virus corona Covid-19. Terutama, ketika muncul kasus infeksi ulang pertama di Hong Kong.
"Kami meyakini bahwa infeksi ulang sudah mungkin akan terjadi berdasarkan pengalaman kami menghadapi jenis virus corona lainnya," jelas Maria Van Kerkhove.
Baca Juga: 5 Faktor ini Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Akibat Covid-19, Anda Punya?
Sementara para peneliti sedang mencari tahu mengenai lamanya kekebalan virus corona bisa bertahan, Winslow mengatakan bahwa memakai masker menunjukkan rasa hormat dan membantu melindungi orang lain di sekitarnya.
Faktanya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah memperbarui panduannya tentang masker wajah terkait dengan virus corona Covid-19.
Pembaruan pedoman itu mengambil sikap bahwa memakai masker wajah tidak hanya menurunkan penyebaran, tapi juga memberikan perlindungan bagi pemakainya dari virus corona.
CDC mengatakan penelitian awal mendukung penguncian atau isolasi komunitas tertentu untuk menurunkan penyebaran virus corona, terutama ketika muncul perkiraan bahwa lebih dari setengah penularan virus corona berasal dari orang tanpa gejala.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya