Suara.com - Ada berbagai macam 'insiden' yang terjadi saat berhubungan seks, salah satunya 'kentut vagina' atau yang disebut dengan queefing.
Kejadian ini memang cukup memalukan, namun termasuk hal yang normal terjadi.
Mary Jane Minkin, MD, profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Yale Medical School, menjelaskan queefing merupakan hasil dari kantong udara yang terperangkap didorong keluar dari vagina.
"Vagina bukanlah tabung lurus. Ini memiliki lipatan seperti kerutan yang disebut 'rugae', sehingga udara dapat dengan mudah terperangkap di sana," jelas Minkin, dilansir Womens Health Magazine.
Kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Namun, jangan pernah meniup vagina saat berhubungan intim, terutama pada wanita hamil. Sebab, udara bisa masuk ke pembuluh darah panggul dan menciptakan risiko emboli udara.
"Kedengarannya menakutkan, tetapi kekhawatiran ini lebih teroritis daripada praktiknya," imbuhnya.
Meski ada beberapa kasus, kejadian emboli udara sangat jarang terjadi.
Kapan queefing terjadi?
Seringnya ini terjadi saat berhubungan seks, karena penis (atau benda lain) masuk dan keluar dari vagina, yang dapat menggantikan udara di dalamnya.
Baca Juga: Pelumas Seks Bisa Berdampak Buruk bagi Organ Intim Wanita, Begini Solusinya
"Ini dapat terjadi dalam posisi apa pun dan biasanya berlangsung cukup cepat," ujar Minkin lagi.
Queefing juga dapat terjadi saat berolahraga, saat sedang melakukan gerakan downard dog atau crunch.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?